
Cetro Trading Insight mencatat bahwa CNB memegang suku bunga pada 3,50% dan NBP memegang pada 3,75% dalam pertemuan terbaru. Keputusan ini sejalan dengan ekspektasi pasar dan membantu menstabilkan volatilitas jangka pendek. Komunikasi kedua bank menunjukkan perbedaan risiko melalui nuansa narasi kebijakan yang mereka sampaikan.
Gambaran kebijakan CNB berubah menjadi lebih berhati-hati; pejabat menegaskan bahwa kebijakan saat ini sudah cukup ketat dan tetap fokus pada stabilitas harga. Mereka menegaskan bahwa dampak inflasi jangka pendek akibat faktor penawaran akan diabaikan untuk sementara waktu. Narasi ini menandakan bahwa langkah pengetatan lebih lanjut tidak menjadi prioritas dalam waktu dekat.
Di Polandia, Presiden NBP Adam Glapiński menyoroti risiko inflasi yang lebih tinggi yang mungkin muncul karena berakhirnya subsidi energi dan kembalinya PPN pada makanan. Hal ini meningkatkan tekanan harga di paruh kedua tahun ini dan menambah ketidakpastian bagi pelaku pasar. Secara umum, para pejabat menilai bahwa risiko naik harga tetap ada meskipun ada jeda kebijakan.
Secara umum, stabilitas nilai tukar regional telah didorong oleh peningkatan sentimen global. Namun, tanpa adanya katalis hawkish yang jelas, potensi apresiasi lanjutan terhadap mata uang regional tetap terbatas. Pergerakan di pasar valuta asing cenderung berada dalam rentang yang relatif sempit dalam beberapa waktu ke depan.
Dari sisi pasar, kontras kebijakan antara CNB dan NBP menunjukkan ruang terbatas untuk pengetatan lebih lanjut di Republik Ceska meskipun ekspektasi suku bunga masih tinggi. Pasar menunggu sinyal inflasi yang lebih jelas sebelum memetakan langkah kebijakan berikutnya.
Di Polandia, arah kebijakan terlihat bergeser dari pelonggaran menuju hold berkepanjangan, dengan risiko inflasi tetap menjadi faktor utama yang bisa memicu tindakan lebih tegas jika tekanan harga bertahan. Faktor energi dan harga pangan akan menjadi variabel kunci dalam penentuan jalur kebijakan ke depan.