Bank Sentral Mengubah Fungsi Reaksi terhadap Guncangan Pasokan: Inflasi dan Ekspektasi Jadi Prioritas di Tengah Harga Minyak

Bank Sentral Mengubah Fungsi Reaksi terhadap Guncangan Pasokan: Inflasi dan Ekspektasi Jadi Prioritas di Tengah Harga Minyak

trading sekarang

James Rossiter dari TD Securities menyoroti perubahan cara bank sentral utama merespons guncangan pasokan. Fokus utama sekarang bukan hanya pertumbuhan melainkan inflasi dan ekspektasi inflasi. Peralihan ini terlihat jelas pada bagaimana mereka menimbang risiko dalam loss function masing-masing.

Secara historis kebijakan diarahkan pada respons terhadap inflasi yang bersifat sementara dengan fokus pada pertumbuhan. Krisis seperti invasi Rusia ke Ukraina memicu lonjakan inflasi dan tekanan kenaikan suku bunga pada 2022 meski dukungan fiskal besar. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sinyal permintaan tidak selalu selaras dengan respons kebijakan.

Ke depan pembuat kebijakan diperkirakan memberi bobot lebih pada inflasi dan ekspektasi daripada pertumbuhan. Ada titik di mana tekanan permintaan akan menumpuk dan memberi sinyal untuk potong suku bunga meski risiko harga masih hadir. Titik itu diperkirakan berada lebih jauh dari era sebelumnya.

Kenaikan harga minyak menambah tekanan pada inflasi dan dinamika kebijakan. Saat harga minyak mendekati level sekitar $150 per barel, dampak terhadap permintaan ekonomi cenderung lebih dominan sehingga arah kebijakan bisa berbalik ke pelonggaran jika energi menekan inflasi secara tidak berkelanjutan.

Guncangan pasokan berulang dalam dekade terakhir mendorong bank sentral untuk beralih ke pendekatan target inflasi yang lebih fleksibel. Ini memungkinkan mereka untuk menilai risiko pertumbuhan yang melambat dan mengurangi fokus pada kejutan inflasi yang bersifat sementara.

Dukungan fiskal besar di berbagai negara juga menahan penurunan permintaan sehingga kebijakan bisa kurang agresif. Pelajaran tersebut membuat bank sentral lebih berhati-hati terhadap sinyal energi shock dan lebih menimbang inflasi serta ekspektasi.

Terdapat titik di mana destruksi permintaan melebihi inflasi yang transitory. Titik tersebut kini terasa lebih jauh dibandingkan era sebelumnya dan memberi ruang bagi kebijakan untuk menilai ulang sikap terhadap kenaikan suku bunga.

Pembelajaran penting adalah bobot kebijakan kini lebih pada inflasi dan ekspektasi inflasi daripada pertumbuhan, sehingga respons kebijakan lebih fokus pada menjaga stabilitas harga.

Ke depan kebijakan kemungkinan menyeimbangkan antara menjaga inflasi tetap terkendali dan menjaga momentum ekonomi terhadap gangguan pasokan. Harga minyak dan ekspektasi inflasi menjadi indikator kunci dalam penentuan langkah kebijakan.

broker terbaik indonesia