BBH: GBP dan gilts tertinggal, EUR/GBP berpotensi naik karena Tekanan Politik dan Kredibilitas Fiskal Inggris

BBH: GBP dan gilts tertinggal, EUR/GBP berpotensi naik karena Tekanan Politik dan Kredibilitas Fiskal Inggris

trading sekarang

BBH melalui analis Elias Haddad menilai gilts Inggris dan pound sterling berada pada posisi yang lebih lemah dibandingkan dengan pesaing global. Tekanan politik terhadap Perdana Menteri Keir Starmer menambah risiko bagi aset Inggris. Dalam konteks ini, BBH menilai bahwa posisi Labour yang rapuh dan kredibilitas fiskal yang menurun bisa memperlebar tekanan pada pasar keuangan negara tersebut.

Ketidakpastian ini menimbulkan volatilitas di pasar obligasi dan valuta asing, terutama ketika pertumbuhan PDB nominal Inggris tampaknya berada di bawah imbal hasil gilts 10 tahun. Dalam skenario seperti itu, EURGBP cenderung menguat sejalan dengan perbedaan suku bunga antara Zona Euro dan Inggris.

Selain faktor teknis, dinamika politik juga memberi dukungan bagi euro. Sementara gilts jangka panjang tampaknya tertinggal di antara rekan global, GBP lebih rentan terhadap pergerakan EUR, mengubah arah relatif antara kedua mata uang tersebut.

Starmer berada di bawah sorotan publik setelah tuduhan mengenai apakah Peter Mandelson lolos pemeriksaan keamanan sebelum ditunjuk sebagai duta besar. Tuduhan ini menambah tekanan pada tingkat kepercayaan pasar terhadap kepemimpinannya.

Hasil pemilihan lokal dan Skotlandia pada 7 Mei akan menjadi ujian nyata bagi kepemimpinan Labour. Isu kepemimpinan bisa muncul jika para anggota parlemen partai mendukung kandidat challengers. Ketidakpastian ini berdampak pada penilaian risiko fiskal Inggris di mata investor.

Secara umum, dinamika politik dan fiskal memperkuat kebutuhan bagi Inggris untuk meningkatkan kredibilitas fiskal. Pasar memperkirakan EURGBP akan tetap terdorong ke arah yang lebih tinggi sejalan dengan perbedaan suku bunga, meskipun ukuran perubahan tergantung pada kebijakan selanjutnya dan respons politik.

broker terbaik indonesia