BBH: USD Berpotensi Bearish Secara Struktural meski Netral Secara Siklikal; Implikasi SCOTUS, OBBBA, dan Kebijakan Fed

BBH: USD Berpotensi Bearish Secara Struktural meski Netral Secara Siklikal; Implikasi SCOTUS, OBBBA, dan Kebijakan Fed

trading sekarang

Menurut analisis Elias Haddad dari Brown Brothers Harriman (BBH), dolar AS melemah di pembukaan pekan pasca putusan tarif Mahkamah Agung AS (SCOTUS). Meski pergerakan ini menarik perhatian, pandangan BBH menegaskan bahwa ini belum menjadi sinyal decisif untuk arah dolar. Fokus mereka tetap pada faktor struktural yang dapat menekan dolar dalam jangka panjang, terutama terkait kredibilitas fiskal AS dan potensi friksi perdagangan.

Secara siklikal, BBH menyatakan dolar saat ini netral karena pergerakannya sejalan dengan perbedaan suku bunga antar negara. Pasar mata uang menyesuaikan diri terhadap perubahan yield dan ekspektasi kebijakan moneter, sehingga volatilitas jangka pendek lebih dipicu oleh dinamika perbedaan suku bunga daripada perubahan fundamental. Analisis ini menandakan bahwa pola dolar bisa berubah jika dinamika fiskal atau perdagangan berubah.

Namun, risiko struktural bisa mendominasi jika dorongan fiskal dan tekanan fiskal lebih berat daripada jalur siklikal. BBH menilai bahwa beban fiskal yang meningkat dapat menggerus kredibilitas fiskal dan memperluas friksi perdagangan, berpotensi mendorong dolar lebih rendah meskipun saat ini sedang berada di jalur yang terkait perbedaan suku bunga.

Di sisi kebijakan, proyeksi pasar terhadap Federal Reserve tetap menjadi kunci. Dolar terlihat melemah karena investor menilai kebijakan yang cenderung sabar dan pelonggaran yang terukur. Cetro Trading Insight menilai bahwa futures dana Fed masih menghitung total 50 basis poin pelonggaran hingga akhir tahun, sebuah gambaran yang sejalan dengan data tenaga kerja yang belum menunjukkan pemulihan kuat.

Faktor fiskal juga menjadi fokus utama. One Big Beautiful Bill Act (OBBBA) diharapkan mendorong aktivitas ekonomi pada kuartal pertama tanpa melahirkan spiral PHK. Sementara itu, tekanan pada inflasi inti layanan tetap bertahan di kisaran 3,2%–3,4% sejak Maret 2025, menahan kemajuan kebijakan moneter agresif. Dampaknya, pasar menimbang risiko defisiensi fiskal terhadap dinamika permintaan domestik.

Kesimpulannya, meski tonasi siklikal netral, pandangan BBH terhadap USD tetap bearish secara struktural. Rencana fiskal besar dan materi inflasi inti yang relatif sticky menjadi faktor yang bisa menarik dolar turun jika faktor-faktor fiskal tidak seimbang dengan ekspektasi suku bunga. Dalam konteks ini, investor disarankan memantau perkembangan OBBBA dan reaksi pasar terhadap kebijakan Fed sebelum mengambil posisi jangka pendek pada instrumen dolar yang relevan.

broker terbaik indonesia