
Indeks DXY saat ini berada tepat di atas level moving average utama 100 hari (98.479) dan 200 hari (98.568). Level teknis ini berfungsi sebagai penghalang yang memperkecil ruang bagi pergerakan dolar untuk melanjutkan kenaikan secara spontan. Menurut Rabobank, pasar masih enggan memperluas posisi panjang pada dolar meski ada potensi teknis untuk melanjutkan dorongan ke atas dalam beberapa minggu mendatang. Jane Foley, Senior FX Strategist Rabobank, menilai bahwa ada ruang bagi dolar untuk bergerak lebih tinggi dalam beberapa pekan ke depan.
Di sisi sentimen, pelaku pasar tampak berhati-hati karena kenaikan dolar bisa dengan cepat terbalik jika momentum memudar. Kondisi ini membuat banyak trader menahan diri dan mencari konfirmasi sebelum menambah eksposur USD. Meskipun begitu, beberapa analis tetap melihat peluang kenaikan dalam kerangka waktu pendek hingga menengah.
Dolar tetap dipandang sebagai safe haven karena kemampuannya menyediakan likuiditas global yang tinggi. Karena itu, permintaan terhadap USD cenderung bertahan kuat dalam transaksi internasional. Sementara itu, Federal Reserve diperkirakan akan memangkas suku bunga di sisa tahun ini, sebuah langkah yang bisa menekan USD terhadap euro dalam kerangka waktu 3–6 bulan. Menurut Cetro Trading Insight, dinamika likuiditas global dan kebijakan moneter akan menjadi penentu utama arah pasangan mata uang utama.
Rabobank memperkirakan Fed akan memangkas suku bunga lebih lanjut pada tahun ini, sebuah langkah yang dapat melemahkan USD secara moderat terhadap EUR dalam kerangka 3–6 bulan ke depan. Kebijakan tersebut menambah tekanan pada posisi dolar sementara pasar mencoba menilai dampaknya terhadap pasangan USD/EUR. Analisis ini sejalan dengan pandangan kami bahwa dinamika moneter AS dapat mempengaruhi arah DXY dalam beberapa minggu mendatang.
Walau pemangkasan di AS mungkin menahan daya tarik dolar, proyeksi jangka menengah untuk EURUSD masih perlu konfirmasi karena momentum pasar belum kuat untuk membawa pasangan ini kembali ke level tertinggi tahun lalu. Data ekonomi kedua belah pihak, perubahan kebijakan bank sentral lain, dan faktor geopolitik bisa mengubah arah pergerakan beberapa pekan ke depan. Oleh karena itu, pelaku pasar diminta berhati-hati dan menunggu konfirmasi sebelum mengambil posisi.
Secara umum, status USD sebagai safe haven tetap terkait dengan likuiditas yang ditawarkan, menjadikannya alat tukar utama dalam transaksi global. Meskipun ada dukungan kebijakan, investor disarankan menggabungkan analisis teknikal dan fundamental sebelum menempuh tindakan trading. Menurut Cetro Trading Insight, potensi pergerakan EURUSD pada paruh kedua tahun ini masih terlihat, namun memerlukan konfirmasi data ekonomi yang lebih kuat sebelum aksi trading dilakukan.