
Seluruh sorotan pasar kini tertuju pada upaya BEI untuk mempercepat transformasi pasar modal melalui dialog intens dengan MSCI. BEI menegaskan bahwa reformasi ini bukan sekadar perubahan prosedur, melainkan upaya menyelaraskan indeks dan kerangka regulasi dengan standar internasional. Cetro Trading Insight, sebagai platform berita ekonomi yang mengawal dinamika pasar Indonesia, memaparkan bahwa pertemuan teknis dengan MSCI menegaskan komitmen BEI terhadap reformasi ini. Targetnya adalah menyelaraskan delapan rencana aksi bersama OJK dengan fokus pada transparansi, kelayakan investor, dan efisiensi pasar.
Pertemuan teknis dengan MSCI dijadwalkan ulang untuk Rabu ini, 11 Februari 2026, guna menindaklanjuti sejumlah inisiatif yang diajukan BEI sejalan dengan delapan rencana aksi reformasi pasar modal. BEI menegaskan bahwa inisiatif tersebut selaras dengan rencana aksi reformasi pasar modal yang telah disampaikan ke MSCI. Proses ini juga menyoroti fokus pada peningkatan transparansi dan penyajian data agar klasifikasi investor menjadi lebih jelas.
Di antara usulan yang akan disampaikan adalah peningkatan transparansi melalui peningkatan klasifikasi investor dari 9 menjadi 28 sub-kategori, serta perincian data pemegang saham di atas 1 persen kepemilikan. BEI juga mengusulkan penyesuaian free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen secara bertahap. Selain itu, terdapat rencana demutualisasi BEI untuk meningkatkan tata kelola dan efisiensi operasional bursa.
Di klaster tata kelola dan enforcement, OJK menyiapkan tiga langkah utama. Pertama, demutualisasi BEI sesuai amanat undang-undang. Kedua, penguatan penegakan hukum terhadap pelanggaran pasar modal. Ketiga, peningkatan tata kelola emiten melalui kewajiban pendidikan berkelanjutan dan sertifikasi penyusun laporan keuangan.
Selanjutnya, klaster sinergitas memperdalam pasar secara terintegrasi melalui kerja sama dengan Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan pemangku kepentingan lain. Langkah ini juga menekankan kolaborasi berkelanjutan dalam reformasi pasar modal. Tujuan akhirnya adalah memperkuat arsitektur pasar agar lebih resilient dan inklusif.
Pemerintah telah menyatakan komitmennya melalui penyesuaian limit investasi, termasuk di sektor asuransi dan dana pensiun. Penyesuaian ini dirancang untuk mendorong likuiditas pasar dan partisipasi investor. Langkah kebijakan ini diharapkan memperbaiki akses informasi dan transparansi bagi semua pelaku pasar.
Dalam rangka implementasi, BEI menargetkan penyelesaian penyesuaian kunci sesuai jadwal, dengan fokus pada tata kelola, transparansi, dan langkah demutualisasi. Prioritas diberikan pada peningkatan akuntabilitas dan efisiensi operasional melalui reformasi struktural. Upaya ini juga didorong oleh kebutuhan pasar untuk adopsi standar global yang lebih kuat.
OJK akan memperdalam kerja sama dengan Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memperdalam ekosistem pasar secara terintegrasi. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan memperkuat sinergi kebijakan dan mempercepat implementasi reformasi. Hasilnya diharapkan memperbaiki tata kelola dan transparansi di berbagai pemangku kepentingan.
Dampak bagi investor domestik maupun asing diperkirakan meningkatnya transparansi, akses data, dan perluasan basis investor. Perluasan basis investor diperkirakan memperluas opsi investasi dan likuiditas pasar. Target penyelesaian reformasi utama, termasuk demutualisasi dan penyesuaian free float, ditetapkan untuk akhir April 2026.