
Dalam gelombang kebijakan yang mengguncang pasar, BEI meluncurkan rangkaian sosialisasi kebijakan pasar modal untuk menjangkau beragam kalangan. Langkah ini bertujuan memperluas edukasi dan akses pasar modal kepada masyarakat. Pemerintah melalui BEI menunjukkan komitmen kuat untuk literasi investasi yang lebih merata.
Bekerjasama dengan Indonesia Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE), BEI memperkenalkan temuan Census on Women in Executive Leadership Team (ELT) di IDX200 Companies (2022–2025). Acara tersebut dihadiri lebih dari 200 pemimpin perusahaan, regulator, dan pembuat kebijakan. Kehadiran beragam pihak menandaskan pentingnya ESG dan kesetaraan gender dalam tata kelola perusahaan.
Data sensus diharapkan menjadi masukan kebijakan yang meningkatkan keterbukaan informasi terkait kesetaraan gender. Kebijakan ESG yang lebih transparan akan membantu investor menilai kualitas perusahaan secara lebih akurat. BEI melihat inisiatif ini sebagai fondasi untuk kepercayaan pasar yang berkelanjutan.
Pada hari Rabu, BEI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menggelar forum strategis untuk membahas reformasi pasar modal. Forum tersebut membahas stabilitas, resiliensi, dan pembaruan kebijakan buyback saham. Selain itu, regulator menegaskan kemajuan transparansi, termasuk peningkatan batas free float menjadi 15 persen.
Regulator dan SRO menyampaikan progres peningkatan keterbukaan data kepemilikan saham di atas 1 persen dan High Shareholding Concentration (HSC) untuk memperkuat kepercayaan investor. Langkah-langkah ini diharapkan meningkatkan likuiditas dan kualitas pasar secara keseluruhan. BEI juga menegaskan bahwa kebijakan buyback dapat memperkuat nilai jangka panjang pemegang saham sebagai bagian dari strategi manajemen modal.
Di tengah ketidakpastian global, BEI mencatat daya tahan pasar melalui rata-rata nilai transaksi harian sekitar Rp24,7 triliun, jumlah investor lebih dari 28,3 juta, serta 80 persen emiten mencatat laba positif pada kuartal I-2026. Data tersebut menunjukkan fondasi pasar Indonesia yang cukup kokoh meski dinamika global tetap menantang. Forum-forum ini diharapkan mendorong pemanfaatan kebijakan buyback untuk menjaga nilai jangka panjang perusahaan dan kepercayaan investor.
Pada Jumat, BEI meresmikan enam Galeri Investasi (GI) BEI baru di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagai bagian dari upaya literasi pasar modal. Enam GI ini diresmikan melalui kemitraan dengan sekolah, universitas, dan komunitas lokal, menunjukkan komitmen BEI untuk mendekatkan pasar modal ke publik. Kehadiran GI BEI di wilayah tersebut menambah jalur edukasi bagi masyarakat luas.
Enam GI melibatkan kolaborasi dengan berbagai mitra, seperti GI BEI Universitas Anak Bangsa bersama PT RHB Sekuritas Indonesia serta universitas dan institusi pendidikan setempat. Kolaborasi ini memperluas peluang belajar investor pemula tentang cara kerja pasar dan cara mengevaluasi peluang investasi. Upaya ini juga menekankan pentingnya tata kelola perusahaan dan tanggung jawab investor di kalangan pelajar dan profesional pemula.
Langkah ini diharapkan meningkatkan literasi keuangan, mendorong partisipasi publik, dan memperkuat ekosistem pasar modal nasional. Cetro Trading Insight menilai inisiatif ini sebagai contoh nyata edukasi pasar modal yang inklusif. Dengan akses yang lebih luas, kepercayaan investor terhadap pasar berpotensi tumbuh secara berkelanjutan.