BI Pertahankan Suku Bunga 5,75% dan Proyeksi Kenaikan hingga 75 bps pada 2026, Rupiah Stabil di Tengah Ketidakpastian Global

BI Pertahankan Suku Bunga 5,75% dan Proyeksi Kenaikan hingga 75 bps pada 2026, Rupiah Stabil di Tengah Ketidakpastian Global

Signal USD/IDRSELL
Open17915
TP17765
SL18005
trading sekarang

Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuannya di 5,75% pada rapat MPC Juli, menilai bahwa transmisi pengetatan sebelumnya sudah berjalan melalui ekonomi riil. Keputusan ini mencerminkan kehati-hatian sambil membiarkan efek kebijakan terdahulu bekerja secara penuh. Analisis pasar menilai langkah ini sebagai upaya menahan laju inflasi tanpa memperparah tekanan pada likuiditas domestik.

Meski keputusan pause, risiko pada jalur Rupiah dan inflasi global tetap tinggi, didorong oleh volatilitas pasar dan dinamika kebijakan bank sentral utama. Perkiraan garis besar pasar menunjukkan perbedaan pandangan tentang arah kebijakan The Fed menambah ketidakpastian bagi investor rupiah. Kondisi tersebut memicu kehati-hatian di kalangan pelaku pasar versi jangka menengah.

Analisis menunjukkan masih ada ruang untuk tiga kenaikan bertahap total 75 bps hingga akhir 2026, guna menjaga stabilitas Rupiah dan ekspektasi inflasi. Proyeksi ini juga menempatkan tingkat kebijakan terminal di sekitar 6,50% pada 2026. Langkah ini bertujuan menenangkan volatilitas kurs dan menjaga kepercayaan pelaku pasar terhadap arah suku bunga jangka menengah.

Analisis dari UOB Global Economics & Markets Research menunjukkan bahwa kebijakan saat ini membuka jalur kenaikan suku bunga lebih lanjut, dengan tiga langkah tambahan mencapai total 75 bps hingga akhir 2026. Kenaikan tersebut diperkirakan hadir secara bertahap pada 3Q26 dan Q4 2026, membentuk kerangka kebijakan yang berorientasi pada ketahanan Rupiah. Proyeksi ini menempatkan tingkat kebijakan terminal mendekati 6,50% pada 2026.

Walau ada jeda, risiko terhadap Rupiah dan arah kebijakan The Fed memicu dinamika pasar yang beragam, terutama jika proyeksi inflasi global tetap tinggi karena harga energi. Kondisi ini menahan reli mata uang regional pada beberapa periode sambil menjaga peluang untuk penyesuaian kebijakan. USD/IDR bisa berfluktuasi sekitar 17,9 ribu tergantung kejutan eksternal.

Dengan jalur yang diproyeksikan, level kebijakan pada 6,50% di ujung 2026 diharapkan menjadi penopang stabilitas Rupiah dan ekspektasi inflasi. USDIDR diperkirakan akan berada di sekitar angka 17,9k dalam fase transisi kebijakan, tergantung kejutan eksternal. Pasar menilai kronologi hawkish terkait kebijakan global turut membentuk volatilitas pasangan mata uang ini.

Bagi pelaku pasar, skenario ini menciptakan peluang trading terhadap pergerakan USDIDR, terutama dalam periode transisi kebijakan. Fokus investasi beralih pada pelemahan dolar terhadap rupiah jika ekspektasi kebijakan berjalan sesuai rencana. Momentum akan lebih terjaga jika data inflasi domestik tetap terkendali.

Manajemen risiko menjadi kunci, mengingat volatilitas pasar global dan perbedaan arah kebijakan di negara maju yang dapat memicu gelombang modal. Pelaku pasar disarankan menggunakan level stop yang jelas dan pendekatan bertahap untuk menahan risiko. Analisis ini juga menekankan bahwa kondisi teknikal bisa menguatkan arah tren jika data ekonomi domestik kuat.

Sinyal trading berdasarkan isi artikel ini adalah sell pada USDIDR dengan open 17915, tp 17765, sl 18005, memenuhi rasio risiko/imbalan minimal 1:1.5. Rencana ini menekankan bahwa tujuan teknikal didukung faktor fundamental yang mendasari pergerakan kurs. Situasi pasar tetap bergantung pada arah kebijakan bank sentral, dinamika inflasi, dan volatilitas energi global.

banner footer