BJBR Tunjuk Ayi Subarna Jadi Dirut Definitif dan Susi Pudjiastuti sebagai Komisaris Independen

BJBR Tunjuk Ayi Subarna Jadi Dirut Definitif dan Susi Pudjiastuti sebagai Komisaris Independen

trading sekarang

Dalam langkah yang mengguncang lanskap perbankan regional, Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk BJBR secara resmi menunjuk Ayi Subarna sebagai Direktur Utama Definitif. Sebelumnya ia menjabat sebagai Pelaksana Tugas Direktur Utama Perseroan, menggantikan almarhum Yusuf Saadudin yang wafat pada 14 November 2025. Langkah ini dipandang sebagai upaya menjaga kontinuitas kepemimpinan dan menjaga momentum transformasi di tengah tantangan sektor perbankan regional.

Analisis yang diterbitkan oleh Cetro Trading Insight menilai penunjukan ini sebagai sinyal pemulihan tata kelola perusahaan yang fokus pada stabilitas operasional dan peningkatan tata kelola perusahaan. Proses pengangkatan Ayi menjadi Dirut Definitif telah melalui persetujuan Otoritas Jasa Keuangan atas Penilaian Kemampuan dan Kepatutan PKK serta memenuhi ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Di saat yang sama BJBR juga mengumumkan pelantikan Susi Pudjiastuti sebagai Komisaris Independen sekaligus Komisaris Utama Perseroan, membawa tokoh kunci di industri transportasi darat dan publik figur yang dikenal sebagai tokoh tata kelola yang tegas. Perubahan ini menandai perubahan besar dalam dewan komisaris dan menegaskan komitmen perusahaan terhadap tata kelola yang lebih baik, sesuai rekomendasi RUPST yang dilaksanakan di Bale Pakuan Bandung pada 28 April 2026.

Selanjutnya RUPST BJBR membahas Laporan Tahunan dan mengesahkan Laporan Keuangan tahun buku 2025 sebagai dasar evaluasi kinerja perusahaan. Hasil resmi menunjukkan langkah-langkah perbaikan yang telah dilakukan, termasuk peningkatan efisiensi operasional dan program pemantauan risiko yang lebih ketat.

Selain itu, RUPST menetapkan penggunaan laba bersih perseroan dengan fokus pada stabilisasi modal dan penyediaan fasilitas pembiayaan bagi UMKM, sejalan dengan strategi bank daerah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi regional. Dalam rangka menjaga daya saing, BJBR juga meninjau Rencana Aksi Pemulihan atau Recovery Plan untuk memastikan bahwa perusahaan siap menghadapi berbagai skenario risiko makro ekonomi.

Perubahan besar juga terjadi pada Anggaran Dasar perseroan seiring dengan ditunjuknya BJB sebagai Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan PIKK, serta perubahan struktur direksi. Langkah ini menegaskan arah konsolidasi kekuatan keuangan regional dan memperkuat kapasitas perusahaan untuk mengelola risiko dan peluang di era digital.

Transformasi kepengurusan ini dipandang memiliki dampak jangka menengah terhadap strategi dan eksekusi proyek propertitas BJBR di pasar regional. Dengan Ayi Subarna sebagai Dirut dan Susi Pudjiastuti di posisi strategis, dewan direksi diharapkan meningkatkan tata kelola, mengakselerasi inovasi produk, serta memperkuat hubungan dengan pemangku kepentingan utama.

Analisis kami menunjukkan potensi peningkatan kepercayaan investor dan nasabah seiring adanya penekanan pada kebijakan risiko yang lebih tegas serta alokasi modal yang lebih efisien. Recovery Plan yang diperbarui akan menjadi peta jalan bagi langkah-langkah reformasi operasional, digitalisasi layanan, dan peningkatan layanan UMKM di wilayah Jawa Barat dan Banten.

Dengan perubahan struktur dan pengurus yang baru, BJBR menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas keuangan dan memperluas layanan, sejalan dengan tujuan pemerintah daerah dan kebijakan ekonomi regional. RUPST ini memperlihatkan kemampuan perusahaan untuk beradaptasi dalam dinamika pasar yang semakin kompleks, sambil tetap berpegang pada prinsip tata kelola perusahaan yang baik.

banner footer