BLUE Guncang Pasar dengan Akuisisi Huaan Mining 99% dan Investasi Dragonmine; Divestasi Aset, RUPSLB 4 Juni 2026

BLUE Guncang Pasar dengan Akuisisi Huaan Mining 99% dan Investasi Dragonmine; Divestasi Aset, RUPSLB 4 Juni 2026

trading sekarang

Dalam langkah berani yang mengguncang lanskap industri, PT Berkah Prima Perkasa Tbk atau BLUE menegaskan rencana akuisisi 99 persen saham PT Huaan Mining Engineering. Haknya diambil dari Huating Investment Singapore Pte Ltd dengan nilai transaksi sekitar Rp111,4 miliar. Perubahan aset ini dinilai strategic untuk memperluas layanan penunjang pertambangan yang menjadi fokus inti perusahaan.

Langkah ini juga selaras dengan masuknya investor baru yang dinanti, Dragonmine Mining (Hong Kong) Ltd, yang berencana mengakuisisi 80 persen saham BLUE. Kehadiran Dragonmine diproyeksikan memberikan sinergi modal dan jaringan global yang bisa mempercepat ekspansi operasional BLUE di sektor tambang. Upaya ini menandai fase transformasi portofolio bisnis BLUE secara signifikan.

Manajemen menegaskan bahwa akuisisi Huaan Mining Engineering akan memperluas kemampuan BLUE dalam menyediakan jasa penunjang tambang secara terintegrasi. Rencana ini juga menambah kapasitas proyek dan memperkuat lini layanan yang berpotensi meningkatkan skala pendapatan di masa depan. Semua transaksi akan diproses melalui RUPSLB dan dua mekanisme persetujuan terkait.

BLUE juga merencanakan divestasi terhadap seluruh unit usaha existing dengan menilai nilai Rp96,1 miliar. Penjualan ini diarahkan untuk menyederhanakan portofolio dan memfasilitasi fokus pada inti usaha tambang serta layanan penunjang tambang yang telah diperkuat. Proses penjualan akan dijalankan kepada pihak terkait yang dikenal dalam kelompok kendali BLUE sebelumnya.

Selain itu, perseroan berencana melepas dua bidang tanah yang berlokasi di kawasan PIK 2 dengan nilai transaksi sekitar Rp19 miliar kepada PT Artha Integra Indonesia. Langkah ini didorong oleh strategi pengoptimalan aset dan likuiditas, sambil menjaga hubungan dengan mitra dalam kendali perusahaan. Pembelian tanah ini juga diharapkan mendukung rencana pemanfaatan lahan di masa depan.

Seluruh transaksi divestasi dan pelepasan aset ini disebutkan akan diselesaikan sesuai dengan mekanisme persetujuan pemegang saham, lewat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yaitu RUPSLB yang diagendakan pada 4 Juni 2026. Selain itu, proses independen juga akan dilakukan untuk menjaga kredibilitas keputusan bagi para pemegang saham. Buyer dari aset dan tanah tersebut diketahui masih berada dalam kendali kelompok pengendali BLUE sebelumnya.

Rencana aksi korporasi ini menyiapkan panggung bagi perubahan struktur kepemilikan BLUE, dengan status kepemilikan Huaan Mining Engineering dan dinamika masuknya Dragonmine. RUPSLB independen menjadi bagian penting untuk memastikan tata kelola yang transparan serta evaluasi dampak terhadap pemegang saham. Keputusan pada pertemuan ini diharapkan memperjelas arah strategis perusahaan bagi jangka menengah.

Kedua langkah besar ini membawa peluang dan risiko bagi pemegang saham BLUE. Jika persetujuan RUPSLB tercapai, BLUE berpeluang memperkuat posisi di sektor tambang melalui integrasi layanan dan tambahan modal dari Dragonmine. Namun dinamika kepemilikan baru juga menambah kompleksitas operasional serta kebutuhan kehati-hatian dalam pelaksanaan integrasi bisnis.

Penjelasan dan analisis akan terus disampaikan oleh Cetro Trading Insight sebagai sumber berita ekonomi utama, untuk membantu pembaca memahami implikasi pasar dan strategi perusahaan. Informasi lebih lanjut akan mengikuti hasil RUPSLB pada 4 Juni 2026, sehingga investor dan publik bisa menilai dampaknya secara tepat. Kami akan terus mengawasi perkembangan BLUE dan transaksi terkait hingga proses selesai.

banner footer