BNBR 2025: Laba Bersih Rp502,74 Miliar Melesat di Tengah Ketidakpastian Global

BNBR 2025: Laba Bersih Rp502,74 Miliar Melesat di Tengah Ketidakpastian Global

trading sekarang

BNBR melesat di tahun 2025 dengan laba bersih Rp502,74 miliar, lonjakan 49,6% dibandingkan tahun sebelumnya. Angka tersebut tercatat dalam laporan keuangan yang dirilis pertengahan tahun ini, menandai kinerja impresif di tengah badai ekonomi global. Di balik angka gemilang itu, perusahaan menegaskan komitmen pada diversifikasi bisnis dan infrastruktur sebagai pendorong utama.

Pendapatan bersih BNBR mencapai Rp3,74 triliun, namun turun tipis 3,28% secara YoY. Penurunan pendapatan tidak menggerus laba karena efisiensi biaya dan kontribusi kuat dari anak usaha. Direktur Keuangan BNBR, Roy Hendrajanto M Sakti, menegaskan hasil ini mencerminkan kemampuan perusahaan mengelola risiko sambil menjaga profitabilitas.

Kontribusi pendapatan berasal dari BMI Group sebesar Rp2,18 triliun, VKTR Group Rp1,08 triliun, dan BIIN Group Rp464,21 miliar. Pembagian kontributor ini menunjukkan tren pertumbuhan seimbang di seluruh lini bisnis perusahaan. Roy menambahkan VKTR tetap menunjukkan ketahanan meski pasar otomotif nasional melambat karena fokus pada bus listrik dan kendaraan niaga.

Selain VKTR, BNBR mengandalkan operasi pipa baja melalui BPI dan SEAPI, serta infrastruktur melalui BIIN. Peningkatan pendapatan BIIN sebesar 41,6% YoY menjadi Rp464,21 miliar menegaskan pertumbuhan portofolio infrastruktur BNBR, termasuk jaringan pipanisasi untuk transportasi minyak dan gas. Strategi BNBR adalah memperkuat portofolio di infrastruktur strategis untuk mendukung pembangunan nasional.

VKTR terus menunjukkan ketahanan meski pasar otomotif melambat, karena fokus pada kendaraan komersial yang didukung logistik dan infrastruktur. Pendapatan VKTR sebesar Rp1,08 triliun menjadi kontributor utama pertumbuhan grup, menggambarkan potensi elektrifikasi transportasi di Indonesia. Perusahaan menegaskan kapasitasnya mengembangkan bus listrik untuk transportasi publik dan truk listrik bagi sektor logistik, pertambangan, konstruksi, serta perkebunan.

Di samping VKTR dan BMI, BNBR menilai peluang ekspansi hingga 2030 sangat signifikan. Perluasan portofolio di sektor infrastruktur dan mobilitas ramah lingkungan diperkirakan memperkuat kinerja jangka panjang. Roy menekankan bahwa strategi ini akan mendukung pertumbuhan berkelanjutan dan nilai tambah bagi pemegang saham.

Prospek masa depan: elektrifikasi dan infrastruktur

Di lini konstruksi dan EPC, Bakrie Construction BCons mencatat pendapatan Rp171,58 miliar, melonjak 330% dibanding periode yang sama tahun lalu. Peningkatan ini mencerminkan adaptasi operasional dan kontrak strategis yang berhasil diraih. Manajemen BNBR menilai momentum ini sebagai fondasi untuk ekspansi lebih lanjut.

Dengan struktur keuangan yang semakin kuat, BNBR memperkuat portofolio infrastruktur strategis dan ekspansi di sektor mobilitas listrik. Keberlanjutan pendapatan dari lini pipa baja dan infrastruktur diterapkan sebagai pilar utama pertumbuhan. Perusahaan menilai bahwa sinergi antar anak usaha akan meningkatkan resilien dan aliran kas.

Ke depan BNBR berkeyakinan bahwa sinergi antarlini bisnis akan mendorong pertumbuhan berkelanjutan dan memberi nilai tambah bagi pemegang saham, sambil mendukung program pembangunan nasional. Hal ini didorong komitmen pada inovasi, efisiensi operasional, dan ekspansi di sektor energi berkelanjutan. Manajemen menegaskan BNBR siap menghadapi tantangan pasar dengan strategi yang terukur.

broker terbaik indonesia