
Menurut analis BBH, Elias Haddad, CPI Zona Euro untuk Mei diperkirakan tetap mendekati proyeksi baseline ECB. Data Jerman yang lebih lemah meningkatkan risiko yang condong ke sisi bawah. Pasar hampir sepenuhnya memperhitungkan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 2.25 persen pada pertemuan 11 Juni mendatang.
Haddad berargumen bahwa pengetatan dalam lingkungan pertumbuhan yang pelan dan inflasi tinggi tidak positif bagi euro, namun hal itu seharusnya membatasi penurunan EURUSD mendekati level 1.1400. Kondisi ini menegaskan bahwa dinamika kebijakan moneter akan lebih berperan dalam menjaga EUR dari tekanan lebih lanjut meskipun arah utama belum berubah. Ketidakpastian data inflasi Jerman juga menambah ketidakpastian jalur kebijakan di zona euro.
Studi BBH menyoroti bahwa saat ini inflasi headline dan inti berada lebih dekat dengan proyeksi baseline ECB daripada skenario buruk maupun berat. Baseline memperkirakan CPI headline sekitar 3.1 persen dan CPI inti sekitar 2.2 persen pada kuartal kedua. Sementara skenario adversi dan berat menunjukkan angka yang lebih tinggi, namun risikonya cenderung ke sisi bawah daripada ke atas.
Baseline scenario memperkirakan CPI headline sekitar 3.1 persen dan CPI inti sekitar 2.2 persen untuk kuartal kedua. Adverse scenario menempatkan angka 3.6 persen untuk headline dan 2.3 persen untuk inti. Sementara severe scenario memperkirakan 4.1 persen dan 2.4 persen. Kurs swaps juga menilai kemungkinan kenaikan 25 bps menjadi 2.25% pada pertemuan Juni.
Pengetatan ECB meskipun di tengah pertumbuhan yang melambat belum membawa dorongan positif bagi EUR. Namun kebijakan moneter yang lebih tegas diperkirakan dapat membatasi tekanan pada penurunan EURUSD. Analisis memperlihatkan level support sekitar 1.1400 menjadi titik penting yang bisa menahan sentimen negatif jangka pendek.
Pasar telah sepenuhnya memperhitungkan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 2.25 persen pada pertemuan 11 Juni. Ekspektasi harga tersebut mencerminkan keseimbangan antara ketatnya kebijakan dan perlambatan pertumbuhan. Meski demikian, pergeseran dalam dinamika data inflasi Zona Euro dan perbandingan pertumbuhan AS terhadap Eropa tetap menjadi pendorong utama pergerakan pasangan mata uang.
Analisis ini menyoroti bahwa pergerakan EURUSD lebih dipengaruhi oleh perbandingan pertumbuhan makro ketimbang faktor teknikal spontan. Perkiraan bottom di sekitar 1.1400 mencerminkan bahwa pasar menilai satu kerugian jangka pendek sudah terjadi, sementara kebijakan US tetap lebih kuat. Dalam konteks ini, pasangan mata uang kemungkinan akan mempertahankan fleksibilitasnya dalam beberapa minggu mendatang.
Informasi dalam artikel ini menunjukkan bahwa sinyal trading yang jelas belum terbentuk. Banyak faktor fundamental yang sedang bekerja secara bersamaan sehingga rekomendasi tegas sulit diberikan. Cetro Trading Insight menekankan pentingnya manajemen risiko dan konteks data inflasi terhadap pergerakan EURUSD.
Karena data CPI Mei dan jalur kebijakan ECB belum menghasilkan sinyal arah yang konklusif, fokus trader sebaiknya pada konfirmasi teknikal dan batasan risiko. Jika harga menembus level support sekitar 1.1400, kemungkinan ada peluang rebound yang perlu dikaji dengan kepastian tertentu. Namun tanpa konfirmasi yang kuat, pembukaan posisi baru sebaiknya dihindari demi menjaga risiko yang terkontrol.
Media kami, Cetro Trading Insight, berkomitmen untuk menyajikan analisis yang jelas dan akurat terkait pergerakan pasar makro. Informasi dalam artikel ini bersifat evaluasi atas kebijakan ECB dan CPI Zona Euro, bukan rekomendasi finansial individual. Tujuan kami adalah membantu pembaca memahami konteks pasar sehingga keputusan trading dapat dibuat dengan lebih bijak.