Menurut TD Securities, BoC diperkirakan akan memasukkan asumsi harga minyak yang lebih tinggi dalam Laporan Kebijakan Moneter (MPR) bulan April. Mereka menilai Brent berada di sekitar USD90 dan WTI sekitar USD85, berbeda dengan baseline WTI sekitar USD55 sebelumnya. Revisi ini menandakan minyak menjadi pendorong utama jalur inflasi Kanada dalam proyeksi kebijakan.
Bagi prospek inflasi, skenario ini berpotensi mendorong CPI headline naik secara singkat mendekati 3% pada kuartal kedua 2026, sebelum melunak menuju target 2% menjelang 2027. Analisis tersebut menekankan bahwa lonjakan harga minyak akan mempercepat kurva inflasi sementara. Namun, kata mereka, jalur inflasi inti menunjukkan kenaikan yang lebih moderat.
Analis menambahkan bahwa asumsi minyak yang lebih tinggi akan menyentuh jalur inflasi Kanada, meski ada baseline lain yang memperkirakan WTI lebih tinggi di Q2 sekitar 92 dolar dan 85 dolar pada akhir tahun. Mereka menilai dampak minyak pada aktivitas ekonomi bersifat positif secara keseluruhan untuk Kanada. Di sisi lain, perubahan harga minyak bisa meningkatkan ketidakpastian bagi kebijakan BoC dalam beberapa kuartal ke depan.
Implikasi dari perubahan asumsi ini adalah percepatan proyeksi inflasi Bank of Canada. Headline CPI diperkirakan melonjak di bawah 3% pada Q2 2026 dan kemudian menurun sepanjang sisa periode proyeksi. Kenaikan tersebut dipicu oleh biaya energi yang lebih tinggi yang menyebar ke sektor barang dan jasa.
BoC kemungkinan menambahkan 'standalone box' dalam MPR untuk membahas dampak minyak terhadap aktivitas ekonomi Kanada. Meski demikian, banyak analis menyatakan bahwa harga minyak yang lebih tinggi bisa mendukung pertumbuhan dengan cara memperbaiki investasi energi dan pendapatan negara. Narasi ini menambah dimensi risiko bagi kebijakan moneter.
Para analis menekankan bahwa meskipun ada risiko inflasi yang lebih tinggi pada jangka pendek, narasi umum menilai bahwa efek tersebut bisa membawa perlambatan pada kebijakan suku bunga jika inflasi kembali ke jalurnya. Mereka tetap menganggap bahwa peningkatan harga minyak memiliki aspek positif bagi aktivitas ekonomi secara keseluruhan.
Bagi investor dan pasar, ekspektasi minyak yang lebih tinggi bisa mengangkat aset energi dan komoditas terkait, meskipun arahan kebijakan BoC yang lebih hawkish pada inflasi jangka pendek menambah volatilitas. Perbaikan sentimen energi dapat menyokong sektor energi dan perusahaan terkait.
Pergerakan minyak juga dapat mempengaruhi imbal hasil obligasi dan kurs CAD, bergantung pada bagaimana rilis MPR memetakannya terhadap ekspektasi kebijakan dan pertumbuhan. Kondisi ini membuat posisi trading lebih berhati-hati meski peluang di sektor energi masih menjanjikan.
Cetro Trading Insight menilai bahwa investor perlu mengikuti pembaruan kebijakan dan data inflasi untuk menilai arah pasar secara lebih akurat. Artikel ini menegaskan bahwa sinyal trading konkret belum tercipta karena informasi terbatas mengenai harga sebenarnya dan level masuk yang spesifik.