Bank of England diperkirakan mempertahankan suku bunga utama pada 3,75% untuk pertemuan kedua berturut. Kebijakan ini berangkat dari konteks makro yang berubah signifikan dalam beberapa minggu terakhir, termasuk data yang menunjukkan perlambatan ekonomi Inggris di Januari. Pasar juga disorot oleh kekhawatiran terkait kejutan inflasi yang dipicu oleh dinamika harga energi. Dalam situasi ini, langkah berhati-hati menjadi bagian inti dari strategi kebijakan BoE.
Selain itu, peningkatan harga energi dan ketidakpastian geopolitik menambah kompleksitas bagi MPC. Sejumlah pejabat di komite diperkirakan akan memilih jalan menahan suku bunga meskipun tekanan inflasi masih ada. Analisis dari para analis menunjukkan bahwa skenario kenaikan seminimal mungkin menjadi tidak dominan, sementara risiko perdagangan tetap tersandera oleh dinamika energi dan permintaan domestik.
Di sisi lain, fokus terhadap pernyataan Kebijakan Moneter dan risalah rapat (MPS/Minutes) mengemuka sebagai sumber sinyal penting. Meskipun tidak ada Laporan Pasar Moneter (MPR) atau konferensi pers Governor Bailey, pernyataan tersebut diharapkan memberikan petunjuk mengenai kapan bank akan melanjutkan langkah-langkah pelonggaran atau pengetatan lebih lanjut. Analisis Standard Chartered menyoroti potensi bahwa jalur kebijakan bisa berubah seiring perkembangan ekonomi global dan harga energi.
Pound Sterling telah pulih dari level terendah tiga bulan terhadap dolar AS, menyusul ekspektasi keputusan BoE. Pergerakan menuju keputusan kebijakan membuat pasar memperkirakan respons yang kompleks, tergantung pada nada pernyataan dan komposisi voting MPC. Jika pernyataan BoE terasa hati-hati namun komposisi voting menunjukkan sikap yang lebih hawkish, GBP bisa melanjutkan pemulihan menuju level sekitar 1,3500 terhadap USD. Namun jika kebijakan lebih dovish, turun ke area di bawah 1,3250 tidak dapat diabaikan, karena investor akan menilai adanya sinyal penundaan pemotongan.
Analisa teknikal menyertai gambaran pasar, dengan bias jangka pendek agak bearish karena harga spot beberapa waktu terakhir berada di bawah rata-rata pergerakan 21, 50, dan 100 hari yang menumpuk di bawah MA 200 hari. RSI berada di sekitar 43 menegaskan momentum penurunan yang masih ada meskipun tidak ekstrem. Resistance utama berada pada sekitar 1,3415, diikuti 1,3510 dan zona tertinggi pada Januari sekitar 1,3695.
Support terdekat berada di 1,3219, dengan level psikologis 1,3150 menjadi buffer berikutnya. Para analis menekankan bahwa level tersebut bisa menjadi puncak tekanan penjualan jika data ekonomi melemah lebih lanjut. Kondisi ini membuat trader menyimak perubahan komentar BoE secara lebih ketat.
Secara teknis, arah pergerakan pasangan mata uang ini menunjukkan bahwa pola jangka pendek tetap rapuh. Meskipun potensi rebound tetap ada, dinamika harga menunjukkan perlawanan yang melemah ketika mendekati level resistance utama. Indikator momentum menunjuk pada kemunduran, namun volatilitas dapat meningkat seiring rilis data kebijakan dan komentar bank sentral. Pelaku pasar disarankan memperhatikan dinamika indikator dan tidak mengabaikan risiko geopolitik yang dapat memicu pergerakan tajam.
Berikut adalah gambaran level yang dipantau: 1) Resistance di sekitar 1,3415, diikuti 1,3510 dan 1,3695; 2) Support di sekitar 1,3219 dan 1,3150. Level-level tersebut menggambarkan jalur pergerakan utama dalam beberapa sesi perdagangan mendatang. Pemain pasar akan menimbang konfirmasi arah dari kebijakan BoE serta dinamika pasar energi.
Meskipun demikian, artikel ini tidak memberikan rekomendasi perdagangan spesifik pada saat ini dan menunda sinyal trading hingga konfirmasi arah yang lebih jelas muncul dari kebijakan BoE dan perkembangan pasar. Pembaca dianjurkan untuk menilai risiko secara holistik dan menempatkan stop loss sesuai toleransi risiko. Skenario ini menggarisbahi pentingnya pemantauan indikator teknikal dan berita ekonomi sebelum membuat keputusan.