Analisis Standard Chartered menyatakan BoE diperkirakan mempertahankan suku bunga pada pertemuan 19 Maret. Dalam skema ini, tujuh anggota MPC diprediksi memilih hold, sementara dua anggota (Taylor dan Dhingra) kemungkinan mendesak potongan 25 basis poin. Hal ini menunjukkan sikap kebijakan yang relatif netral, dengan fokus pada data dan risiko yang sedang dihadapi.
Graham menekankan bahwa bank akan melihat melalui kejutan harga energi jangka pendek sambil tetap memantau risiko geopolitik di Timur Tengah. Ia juga mencatat bahwa data tenaga kerja Inggris menunjukkan tanda pelunakan, dan bahwa pelajaran dari krisis tahun 2011 serta 2022 masih relevan bagi respons kebijakan. Dalam konteks ini, skema pemotongan cenderung dilakukan secara bertahap jika kondisi pertumbuhan tetap lesu.
Meski proyeksi pelonggaran lebih lanjut di masa depan tetap ada, waktu pelaksanaannya sangat tidak pasti. Berbagai sumber menilai bahwa penghentian sementara konflik regional dan penurunan harga energi bisa memungkinkan rencana pemangkasan dilakukan secara kuartalan mulai kuartal kedua. Namun risiko lonjakan harga energi yang berkepanjangan menambah ketidakpastian dan bisa menunda langkah berikutnya hingga semester kedua atau bahkan 2027. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight.
Para pengamat melihat bahwa BoE kemungkinan melihat melalui guncangan harga energi jangka pendek tanpa mengubah jalur kebijakan secara langsung. Meski tekanan inflasi bisa meningkat jika energi turun, sisi doves tetap menyoroti risiko penurunan aktivitas ekonomi. Kebijakan hold saat ini tetap relevan untuk menilai dampak jangka pendek sambil menyiapkan respons bila situasi memburuk.
Risiko geopolitik di Timur Tengah menambah ketidakpastian pada lalu lintas data ekonomi Inggris. Notasi dalam risalah MPC diharapkan menyoroti bagaimana tiap anggota menilai risiko-risiko terkait konflik regional. Para pelaku pasar memantau bagaimana komentar anggota MPC membangun konsensus mengenai arah kebijakan ke depan.
Penempatan harga energi dan dinamika ekonomi global menjadi faktor utama dalam menentukan alokasi risiko pasar. Laporan menyiratkan bahwa jalur pelonggaran tetap ada, tetapi kecepatan dan ukuran pemotongan bergantung pada pembacaan data ekonomi yang akan datang. Pasar mata uang juga menimbang prospek GBP terhadap kebijakan jarak menengah.
Kami memperkirakan BoE masih akan memangkas jalur pelonggaran di masa depan dengan proyeksi tingkat terminal sekitar 3,00 persen. Proyeksi ini menandakan kehati-hatian terhadap perbaikan inflasi dan pertumbuhan yang lambat. Namun, realisasi pemangkasan akan sangat bergantung pada bagaimana gejolak energi dan dinamika upah berjalan dalam beberapa data utama.
Timing pemotongan sangat tidak pasti, karena pembacaan data internal dan ekspektasi pasar tentang risiko timur tengah mempengaruhi keputusan. Ketika situasi beringsut menuju hentikan konflik yang menurun dan harga energi turun, jadwal pemotongan bisa berjalan sesuai perkiraan sejak Q2. Sebaliknya, lonjakan energi berkepanjangan bisa mendorong pemotongan berikutnya ke paruh kedua tahun ini atau bahkan ke 2027.
Dampak terhadap GBP akan bergantung pada bagaimana BoE menyeimbangkan risiko inflasi dan pertumbuhan. Jika bank memberi tanda jelas mengenai jalur pelonggaran, pasangan GBPUSD bisa melihat tekanan ke bawah dalam jangka menengah. Namun, bias turun harga harus diikuti dengan rencana manajemen risiko yang jelas bagi trader, mengingat volatilitas geopolitik dapat mengubah arahnya.