Analisis tim Societe Generale menunjukkan Brent menembus level psikologis di atas 100 dolar per barel ketika gangguan pasokan di wilayah Timur Tengah semakin memburuk. Aliran melalui Selat Hormuz juga hampir berhenti, menambah ketidakpastian bagi pasar energi global.
Perkiraan menunjukkan sekitar 17 mb/d produksi terikat karena gangguan, sementara kapasitas cadangan OPEC+ yang tersisa sebagian besar terperangkap di belakang hambatan ekspor. Kondisi ini mengurangi kemampuan pasar untuk menstabilkan pasokan dalam jangka pendek.
Saat ini jalur alternatif melalui Yanbu di Red Sea sekitar 1 mb/d, dengan potensi peningkatan hingga 2,5 mb/d jika rute ekspor dibuka kembali secara penuh. Pasar tetap waspada karena ketidakstabilan arus melalui Hormuz memberikan risiko berlanjut terhadap harga. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk membantu pembaca memahami dinamika ini.
Premi geopolitik di pasar minyak mencapai rekor tertinggi karena kekhawatiran atas eskalasi konflik dan ketidakpastian akses energi. Analisis menunjukkan premi kumulatif sejak awal Januari sekitar 50 dolar per barel, mencerminkan risiko yang belum pernah terjadi sebelumnya.
G7 sedang mempertimbangkan pelepasan minyak darurat secara bersama untuk menambah pasokan global, sedangkan kebijakan OPEC+ dinilai tertahan hingga arus melalui Hormuz normal kembali. Pasar tetap mengaitkan pergerakan harga dengan risiko geopolitik sebagai faktor utama.
Meski ada upaya peningkatan produksi dari Arab Saudi, langkah tersebut diperkirakan tidak signifikan mengurangi kekurangan pasokan global tanpa pembukaan kembali jalur ekspor utama. Ketidakpastian mengenai waktu normalisasi membuat respons kebijakan tetap berhati-hati.
Analisis menunjukkan bahwa dinamika saat ini lebih dipicu risiko geopolitik daripada aliran fisik minyak, sehingga harga mencerminkan premi risiko yang meningkat. Perkembangan di Timur Tengah dan Hormuz akan menjadi kunci arah pergerakan Brent dalam beberapa minggu mendatang.
Aliran melalui jalur alternatif seperti Yanbu sekitar 1 mb/d saat ini, dengan kapasitas tambahan bisa mencapai 2,5 mb/d jika beberapa kapasitas efektif diaktifkan kembali. Kondisi pasar menuntut pengawasan ketat terhadap rencana ekspor dan kemajuan perbaikan jalur pasokan.
Laporan ini menegaskan bahwa harga berpotensi disesuaikan ulang karena ketidakpastian timeline pemulihan, dan risiko geopolitik tetap menjadi pendorong utama. Struktur risiko dan peluang di pasar minyak memerlukan pendekatan yang hati-hati bagi investor.