Tensi geopolitik di Timur Tengah dan pembatasan arus melalui Selat Hormuz meningkatkan risiko pasokan minyak global. Brent naik mendekati 111 USD/bbl ketika para pedagang menilai potensi gangguan terhadap pasokan energi global.
Rantai pasokan melalui Hormuz diperkirakan tetap terbatas untuk jangka waktu yang lebih lama, sehingga harga energi tetap mendapat tekanan dan proyeksi inflasi menjadi lebih tinggi.
Secara dasar, meskipun ada peluang pembukaan jalur alternatif lewat perjanjian bilateral antara negara Asia dan Iran, pembukaan itu masih bersifat bertahap dan berpotensi mengurangi ketidakpastian jangka menengah.
Pergerakan Brent mencerminkan risiko pasokan yang tetap meningkat, membawa harga minyak mentah ke sekitar 111 USD/bbl saat pasar menilai dampak gangguan terhadap suplai energi global.
Kondisi pasar tetap rapuh karena ketidakpastian geopolitik, sehingga pelaku pasar menimbang peluang bagi normalisasi jalur pasokan dan bagaimana perubahan kebijakan energi mempengaruhi pergerakan harga.
Sementara itu, upaya jalur alternatif dan beberapa perjanjian bilateral berpotensi membantu menjaga lonjakan harga jika ketegangan mereda, meski tekanan biaya tetap ada.
Bagi trader, peluang long terhadap Brent bisa dipertimbangkan dengan dasar analisis fundamental dan manajemen risiko yang tepat, mengingat dukungan laporan geopolitik terhadap harga.
Hati-hati terhadap potensi deeskalasi, negosiasi regional, serta langkah-langkah produksi dari OPEC+ yang dapat membalik arah pergerakan harga secara signifikan.
Rencana trading yang disarankan adalah membeli di sekitar 111 USD dengan target 114 USD dan stop di 109 USD, guna mencapai minimal rasio risiko-keuntungan 1:1,5 sambil menjaga volatilitas.
Media: Cetro Trading Insight