Brent crude sempat melonjak hingga mendekati USD120 per barel di awal jam perdagangan Asia, menandakan kekhawatiran terkait pasokan global. Pergerakan tersebut menjadi sorotan karena mencatat level tertinggi sejak Maret 2022 saat konflik Rusia–Ukraina memanas. Analisis dari Cetro Trading Insight menilai lonjakan ini dipicu kombinasi ketegangan geopolitik dan ekspektasi gangguan pasokan.
Para analis menilai lonjakan harga tidak hanya disebabkan ancaman perang, tetapi juga respons pasar terhadap langkah-langkah kebijakan yang mungkin diambil negara besar. Opsi seperti pelepasan stok darurat dan potensi keterlibatan AS dalam pasar minyak berjangka menjadi faktor yang dipertimbangkan investor. Meskipun ada dorongan harga, Brent akhirnya ditutup lebih tinggi meski sempat turun setelah komentar Trump.
G7 menegaskan kesiapan mereka untuk menjaga pasokan energi global melalui koordinasi dan pemantauan pasar. Mereka menyatakan akan terus memantau situasi dan bertemu bila diperlukan untuk berbagi informasi. Secara keseluruhan, pasar minyak sedang dinilai melalui lensa stabilitas pasokan dan respons kebijakan internasional.
Dalam konferensi pers, Presiden AS menyatakan rencana untuk melonggarkan sanksi terkait minyak, mengarahkan kapal tanker melalui Selat Hormuz, dan menilai penyelesaian konflik dalam waktu dekat. Pernyataan ini menambah ketidakpastian pasar karena memperhitungkan aliran pasokan minyak yang tidak terganggu. Pelaku pasar merespons dengan volatilitas jangka pendek meskipun Brent sempat naik sebelum penutupan harian.
Trump menegaskan komitmen untuk menjaga harga minyak tetap terkendali dan menyiratkan percepatan operasi militer jika diperlukan. Ia juga menyatakan kesiapan menghadapi Iran jika gangguan pasokan kembali terjadi. Perspektif kebijakan ini menambah dinamika di pasar karena investor menilai keandalan langkah AS dalam menstabilkan harga energi.
Opsional kebijakan seperti pelepasan cadangan darurat, penangguhan pajak gas federal, dan keterlibatan Departemen Keuangan dalam pasar minyak berjangka menjadi sinyal bagi pasar. Para pelaku pasar menilai apakah langkah tersebut dapat menahan lonjakan harga. Secara umum, para analis menilai bahwa respons kebijakan menambah volatilitas sambil mencoba menyeimbangkan risiko geopolitik.
G7 finance ministers menegaskan kesiapan mengambil langkah untuk menjaga pasokan energi global. Pernyataan tersebut menunjukkan fokus negara maju pada stabilitas pasar minyak dan mencegah lonjakan harga yang membebani konsumen. Koordinasi antar negara dan mitra internasional tetap menjadi prioritas utama.
Para analis menilai bahwa tindakan bersama seperti pemantauan berkelanjutan dan opsi fiskal dapat meredam gejolak harga dalam jangka pendek. Investor menantikan sinyal konkret mengenai langkah-langkah yang akan diambil, termasuk evaluasi dampak kebijakan terhadap pasar berjangka minyak. Secara umum, respons kooperatif ini penting untuk menahan volatilitas pasar yang dipicu gejolak geopolitik.
Catatan pasar menunjukkan bahwa dinamika geopolitik dan kebijakan global saling mempengaruhi. Laporan ini menekankan bagaimana pernyataan pemimpin negara dan langkah kooperatif dapat menahan volatilitas yang tak terduga. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight.