BRIS Catat Lonjakan DPK 382 Triliun, CASA 63,48%, Dorong Pembiayaan Rp332 Triliun – Analisis Fundamental Cetro Trading Insight

BRIS Catat Lonjakan DPK 382 Triliun, CASA 63,48%, Dorong Pembiayaan Rp332 Triliun – Analisis Fundamental Cetro Trading Insight

trading sekarang

BRIS berhasil menorehkan rekor baru dalam pendanaan nasional dengan Dana Pihak Ketiga mencapai Rp382 triliun pada April 2026, tumbuh 17,90% YoY. Lonjakan ini mencerminkan kepercayaan publik terhadap produk syariah dan layanan bank digital yang terus diperluas. Dalam laporan ini, Cetro Trading Insight menilai momentum ini sebagai sinyal positif bagi posisi BRIS di sektor perbankan syariah.

Tabungan mendominasi struktur DPK dengan Rp165 triliun, tumbuh 22,02% YoY, disusul Deposito dan Giro. Komposisi CASA BRIS mencapai 63,48%, menunjukkan keseimbangan antara likuiditas murah dan efisiensi operasional. Pertumbuhan CASA juga didorong oleh peningkatan layanan, termasuk Tabungan Haji yang mendapat respons positif dari pasar.

Di sisi pembiayaan, BRIS berhasil mencatat pertumbuhan dobel digit sebesar 15,59% YoY menjadi Rp332 triliun, dengan fokus pada pembiayaan konsumer, ritel, UMKM, dan sektor produktif. Kinerja ini memperkuat peran BRIS sebagai motor pembiayaan nasional meski tetap menjaga kualitas kredit. Program pemerintah melalui koperasi lebih dari 80 ribu lembaga, serta inisiatif seperti Makan Bergizi Gratis, KDMP dan KUR, turut memperluas dampak sosial dan peluang pendanaan bagi pelaku ekonomi.

NPF gross BRIS tetap terjaga di level sekitar 1,80%, membaik dibanding 1,88% pada periode sebelumnya. Manajemen menegaskan bahwa kualitas pembiayaan tetap menjadi prioritas, dengan metodologi penilaian risiko yang ketat. Dalam konteks ini, laporan keuangan juga menyoroti peran BRIS dalam menjaga stabilitas intermediasi bagi nasabah dan pemangku kepentingan.

Strategi ekspansi pembiayaan menitikberatkan pada segmen consumer, ritel, UMKM, dan sektor produktif, sejalan dengan fokus nasional untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. BRIS juga menggandeng koperasi dan program bantuan sosial seperti Makan Bergizi Gratis untuk memperluas akses ke layanan keuangan. Selain itu, peran bullion bank sebagai sumber pertumbuhan menambah dimensi baru bagi pendalaman pasar syariah di Indonesia.

Di sisi profitabilitas, laba bersih unaudited BRIS mencapai Rp2,80 triliun, naik 17,79% YoY, disertai peningkatan total aset menjadi Rp452 triliun atau tumbuh 12,17% YoY. Kendati ekspansi kredit diperluas, bank menjaga efisiensi melalui peningkatan fee-based income dan produktivitas pegawai. Laba dan aset yang tumbuh dibarengi proyeksi zakat perusahaan sekitar Rp72 miliar pada April 2026, yang mencerminkan kontribusi sosial BRIS bagi ekosistem ekonomi nasional.

banner footer