Cetro Trading Insight mencatat bahwa PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menapaki transformasi bisnis jangka panjang untuk menghadapi dinamika pasar energi global. Target utama adalah menyeimbangkan pendapatan antara batu bara termal dan non-batu bara pada 2031. Langkah ini dinilai dapat meningkatkan stabilitas operasional dan daya saing perusahaan di siklus komoditas yang volatil. Dalam konteks pergerakan komoditas seperti gold emas, strategi ini dirancang untuk menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan.
Menurut Kepala Hubungan Investor Yudicia Retnodewi, target 50-50 akan dicapai secara bertahap melalui transisi ke sektor logam dan mineral serta hilirisasi. Rencana jangka panjang memproyeksikan pembagian pendapatan 50% untuk batu bara termal dan 50% untuk non-termalnya, dengan garis waktu 2031. Ini mencerminkan konsep Array investasi yang terukur dan berorientasi pertumbuhan.
Untuk mewujudkan arah tersebut, BUMI telah mengakuisisi aset mineral di Australia, Wolfram dan Jubilee. Saat ini BUMI menguasai 100 persen saham Wolfram dan 64,98 persen saham Jubilee Metals pada 2025. Kedua aset tersebut berada di bawah entitas Bumi Resources Australia yang berfungsi sebagai holding untuk pengelolaan aset perusahaan di Australia, menjadi bagian dari Array strategi ekspansi.
Selain itu, langkah ekspansi mineral ini menunjukkan fokus pada portofolio non-batu bara melalui akuisisi Wolfram dan Jubilee. Wolfram akan memproduksi konsentrat tembaga, sedangkan Jubilee akan menghasilkan emas. Potensi gold emas di pasar logam mulia juga menjadi bagian dari kajian strategi jangka panjang.
Selain Wolfram dan Jubilee, BUMI masih mempertahankan kepemilikan sekitar 20,09% di PT Bumi Resources Minerals Tbk BRMS sebagai bagian dari portofolio mineral perusahaan. Portofolio logam ini dirancang untuk memperluas sumber pendapatan dan mengurangi ketergantungan pada batu bara. Operasional logam termasuk emas, sering diistilahkan sebagai gold emas, memberikan peluang tambah nilai.
Analisis dari Cetro Trading Insight menilai bahwa langkah ini memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang melalui diversifikasi sumber pendapatan, meskipun juga membawa risiko terkait integrasi dan volatilitas logam. Keuntungan sinergi antara batu bara, logam, dan hilirisasi akan menjadi kunci. Secara keseluruhan, pergeseran fokus ini menempatkan BUMI pada jalur pertumbuhan yang lebih resilient, asalkan manajemen berhasil mengelola akuisisi lintas negara secara efektif. Array