
Di tengah kilau harga emas perak yang fluktuatif, CDI Group melaporkan lonjakan pendapatan dua digit di kuartal I-2026 meski laba bersih menurun. Ketahanan operasional menjadi refleksi dari diversifikasi aset dan fokus pada efisiensi modal. Kondisi pasar logistik yang menguntungkan turut mendorong kinerja topline perseroan.
Pendapatan bersih CDI Group mencapai USD41,2 juta pada periode Januari-Maret 2026, naik 19 persen dibandingkan USD34,6 juta pada periode yang sama tahun 2025. Segmen logistik tumbuh paling kuat sebesar 49 persen, dari USD9,5 juta menjadi USD14,3 juta, sementara segmen energi tetap menjadi penopang dengan pertumbuhan 6,8 persen menjadi USD25,3 juta. Beban pokok pendapatan meningkat 22 persen, mendorong laba kotor sebesar USD10 juta dengan margin 24,4 persen.
Konsep Array pertumbuhan terpadu tampak dalam seluruh portofolio CDI Group, yang memadukan pendapatan berulang dan ekspansi aset untuk memperkuat posisi jangka panjang perseroan. Hal ini mencerminkan strategi yang dirancang untuk menjaga resilien di berbagai siklus ekonomi sambil membuka peluang dari kenaikan tarif spot di segmen logistik. Pengelolaan biaya dan kapasitas aset yang efisien menjadi kunci utama dalam menjaga performa.
Strategi ekspansi CDI Group berfokus pada ekspansi infrastruktur dan aset berkaliber internasional. Investasi logistik maritim dan darat diperkuat dengan kapasitas energi Surya, termasuk peningkatan kapasitas solar hingga 11 MWp dengan tambahan 5 MWp direncanakan operasional pada 2026. Upaya ini bertujuan memperkuat aliran pendapatan berulang dan meningkatkan utilitas aset di segmen energi dan air. Di tengah volatilitas harga emas perak, model ini dirancang untuk menyeimbangkan risiko komoditas dan arus kas.
Kawasan logistik juga diperkaya dengan akuisisi kapal Boreas, tanker kimia berkapasitas 9.000 DWT yang dikembangkan bersama Fukuoka Shipbuilding Co Ltd. Kapal ini memperkuat rute domestik dan internasional, memperluas kehadiran CDI Group di Asia dan Eropa, serta mendukung platform logistik regional yang lebih terintegrasi. Boreas diperkirakan mulai beroperasi pada tahun ini dan menjadi tulang punggung ekspansi armada di segmen logistik.
Rencana ekspansi armada diarahkan ke 20 kapal pada segmen gas, kimia, dan dry bulk hingga akhir 2026, untuk memenuhi permintaan captive maupun pihak ketiga. Investasi pelabuhan dan penyimpanan juga berjalan sesuai rencana, dengan progres di infrastruktur tangki penyimpanan, pipa etilena, dan fasilitas pendukung mencapai sekitar 60 persen. Sistem operasi terintegrasi dan portofolio aset saling melengkapi membentuk Array peluang lintas sektor yang mengoptimalkan arus kas.
CDI Group menjaga posisi keuangan yang kukuh menjelang sisa tahun 2026, dengan likuiditas sebesar USD954,2 juta dan rasio utang terhadap kapitalisasi 39 persen. Kemampuan manajerial yang terpusat pada efisiensi modal diperkuat oleh pipeline proyek yang solid dan basis pelanggan yang terus berkembang. Secara keseluruhan, kinerja ini menunjukkan fondasi untuk pertumbuhan berkelanjutan meski tantangan biaya operasional muncul.
CEO CDI Group, Jonathan Kandinata, menekankan bahwa model infrastruktur terintegrasi menghasilkan pendapatan yang terlihat dan berskala. Eksekusi berbasis aset berulang didukung oleh ekspansi yang diakui sebagai peluang berbasis pasar spot, menjamin fleksibilitas finansial dalam menghadapi dinamika pasar. Keberlanjutan pendapatan ini menjadi fokus utama strategi jangka panjang perseroan. Konsistensi kinerja diperkirakan membangun Array peluang lintas sektor di masa depan.
Ke depan, CDI Group menargetkan momentum pertumbuhan yang berkelanjutan sambil menjaga disiplin biaya dan risiko. Dengan volatilitas harga emas perak sebagai variabel makro, perusahaan tetap berupaya mengoptimalkan portofolio melalui kombinasi aset logistik, energi terbarukan, dan infrastruktur pelabuhan. Analisa kami menunjukkan peluang untuk peningkatan utilisasi aset serta peningkatan permintaan dari pelanggan jangka panjang.