Mengutip analisis MUFG, analis mata uang senior Lee Hardman menekankan bahwa data perdagangan China yang kuat dan fix harian PBoC yang lebih tegas mendukung yuan. Ekspor China menunjukkan kejutan positif meski ada tarif AS, dan berkurangnya risiko tarif telah mendorong pembuat kebijakan membiarkan yuan menguat terhadap dolar AS sepanjang tahun ini.
Data perdagangan Februari menunjukkan China tetap mampu bertahan lebih baik dibandingkan ekspektasi terhadap gangguan tarif. Pengurangan risiko tarif telah mendorong kebijakan untuk membiarkan yuan menguat terhadap dolar AS, terutama sebelum konflik di Timur Tengah muncul.
Namun, potensi kejutan harga energi dapat membatasi momentum penguatan yuan dalam jangka pendek, meskipun PBoC menetapkan fix harian yang lebih kuat dari perkiraan, sedikit di bawah level 6.900 per dolar.
Menurut pandangan MUFG, kebijakan dan data terbaru membentuk lanskap yang mendukung yuan. Laporan perdagangan yang kuat dan fix harian PBoC yang lebih tegas menambah peluang bagi yuan untuk menguat terhadap dolar AS. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight.
Pengurangan risiko tarif terhadap perdagangan telah mendorong pembuat kebijakan China untuk memberikan ruang bagi yuan menguat, meskipun dinamika geopolitik seperti konflik di Timur Tengah menjadi faktor pembatas.
Di sisi risiko, potensi lonjakan harga energi tetap menjadi penghambat momentum penguatan yuan dalam jangka pendek, meskipun dukungan kebijakan dari PBoC terlihat lebih tegas.
Kombinasi data perdagangan yang resilien dan dukungan kebijakan PBoC meningkatkan ekspektasi terhadap penguatan yuan, tetapi faktor eksternal tetap menjadi risiko utama bagi pergerakan jangka pendek.
Analisis ini menyoroti bahwa upside yuan mungkin terbatas jika harga energi melonjak, meskipun dinamika perdagangan China relatif kuat.
Investor disarankan memantau pergerakan harga energi dan respons kebijakan lanjutan PBoC; volatilitas bisa meningkat jika tensi di Timur Tengah memburuk.