Emas Stabil di Kisaran 5.190 Dolar Saat Data CPI AS Menjadi Fokus Pasar

Emas Stabil di Kisaran 5.190 Dolar Saat Data CPI AS Menjadi Fokus Pasar

trading sekarang

Harga emas berada dalam kisaran seimbang sekitar 5.190 dolar AS per troy ounce pada pembukaan sesi Asia. Pergerakan harga dipicu stabilnya faktor risiko dan minimnya kejutan berita domestik pada saat itu. Pedagang menimbang sentimen risiko global terhadap aset safe-haven dalam beberapa jam terakhir.

Komentar dari pemimpin negara dan perkembangan di Timur Tengah menjadi fokus utama. Presiden AS menegaskan bahwa operasi militer di Iran bisa segera berakhir, meski belum ada tanggal jelas. Hal ini memperkuat volatilitas harga minyak dan menciptakan dinamika yang memengaruhi logam mulia.

Langkah geopolitik seperti ancaman untuk menghentikan aliran minyak melalui Selat Hormuz tetap menjadi risiko utama. IRGC menegaskan jika serangan berlanjut, Iran bisa menutup ekspor minyak regional. Skenario eskalasi jangka panjang berpotensi meningkatkan permintaan aset aman seperti logam kuning.

Rilis indeks harga konsumen (CPI) AS untuk Februari menjadi fokus utama pasar pada hari itu. Diperkirakan CPI YoY meningkat sekitar 2,4 persen, dengan CPI inti sekitar 2,5 persen. Angka-angka ini dapat memicu reaksi risiko, terutama pada dolar AS.

Jika angka inflasi lebih panas dari ekspektasi, peluang penguatan dolar meningkat dan bisa menekan harga emas dalam jangka pendek. Sinyal tersebut muncul karena imbas kenaikan suku bunga dan pergeseran harapan pasar terhadap kebijakan moneter. Namun, pergerakan harga logam mulia juga bisa dipengaruhi oleh faktor risiko geopolitik.

Para trader akan menindaklanjuti rilis CPI dengan cermat, mengaitkan angka tersebut terhadap pergerakan imbal hasil obligasi dan dolar. Kunci arah gerak emas berada pada bagaimana pasar menilai daya tarik inflasi terhadap riwayat suku bunga. Meski fluktuasi terjadi, logam kuning tetap menjadi aset perlindungan nilai terhadap ketidakpastian ekonomi dan geopolitik.

broker terbaik indonesia