Laporan CPI AS Januari diperkirakan menunjukkan kenaikan 2.5% secara tahunan, dengan core CPI yang sedikit lebih tinggi meskipun berada di atas target The Fed. Laporan ini juga tertunda rilisnya karena penutupan pemerintah sementara, menambah unsur ketidakpastian yang menjadi perhatian pasar. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight sebagai bagian dari upaya menyajikan gambaran pasar secara kompak.
Meskipun CPI tidak menjadi ukuran utama kebijakan seperti PCE Price Index, pergerakan CPI tetap memberi gambaran arah tekanan harga. Pasar menilai bahwa inflasi yang bertahan di atas 2% bisa membatasi peluang pemangkasan suku bunga, sedangkan pelonggaran kecil bisa memperbesar daya tarik risiko EUR lebih tinggi terhadap USD.
Secara teknis, EURUSD berpotensi menguji level tertinggi sekitar 1.2082 jika momentum bullish tetap terpelihara. Sementara itu, evaluasi teknikal menunjukkan area 1.1900–1.1930 sebagai zona penting yang akan diuji pasar saat rilis data berlangsung.
Laporan Nonfarm Payrolls (NFP) Januari yang kuat menambah bobot pada narasi bahwa ekonomi AS masih bisa menjaga momentum. Data tenaga kerja yang solid mendukung argumen bahwa kebijakan moneter The Fed bisa tetap tidak terlalu longgar dalam jangka pendek. Analisis ini juga menekankan bahwa keputusan kebijakan utama masih bergantung pada tren inflasi melalui indikator yang lebih luas seperti PCE.
Meskipun CPI bukan ukuran favorit Fed, perubahan pada CPI tetap mempengaruhi ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga. Pasar mencoba menilai bagaimana data inflasi akan membentuk langkah The Fed ke depan, yang pada akhirnya memicu pergeseran sentimen pada pasangan mata uang utama termasuk EURUSD.
Dalam konteks politik, kandidat Ketua Federal Reserve yang diusulkan Presiden dapat menambah ketidakpastian pada arah kebijakan. Ketidakpastian ini meningkatkan volatilitas jelang pernyataan kebijakan dan rilis data utama yang memacu pergerakan pasar.
Dari sisi teknis, EURUSD tampak menguat dan berada di atas rata-rata pergerakan 20 hari, menandakan momentum positif yang berkelanjutan. Break di atas level 1.1930 dapat mendorong pengujian lebih lanjut menuju 1.1980 dan berpotensi mencapai 1.2082 sebagai target utama jika momentum tetap terjaga.
Zona support penting berada di kisaran 1.1800–1.1820; jika harga turun ke wilayah ini, tekanan jual bisa meningkat dan menambah risiko koreksi. Kondisi ini membuat peluang breakout ke atas tetap menarik bagi trader intraday hingga menengah yang mencari peluang dari pergerakan harga yang lebih luas.
Sinyal trading yang diusulkan adalah posisi buy EURUSD jika harga menembus 1.1930 dengan target 1.2082 dan stop loss 1.1820. Rasio risiko-imbalan diharapkan lebih dari 1:1.5 asalkan rilis CPI sesuai ekspektasi pasar dan dinamika data tenaga kerja mendukung kelancaran tren.