CPI UK Maret Diperkirakan Naik, GBP Terpantau Volatilitas Menjelang Putusan BoE

CPI UK Maret Diperkirakan Naik, GBP Terpantau Volatilitas Menjelang Putusan BoE

trading sekarang

Menurut analisis Cetro Trading Insight, data CPI Maret dari Office for National Statistics diperkirakan menunjukkan peningkatan inflasi headline secara tahunan. Tekanan dari guncangan pasokan energi akibat konflik regional menjadi faktor utama yang diantisipasi para analis. Sementara inflasi inti diperkirakan tetap stabil di sekitar 3.2% YoY, dinamika ini bisa membentuk arah kebijakan BoE untuk beberapa bulan mendatang.

Inflasi inti, yang tidak memasukkan energi, makanan, alkohol, dan tembakau, diperkirakan bertahan di 3.2% YoY. Analis menilai bahwa inflasi jasa juga berada pada jalur yang stabil, sekitar 4.3% YoY. Secara bulanan, CPI diperkirakan naik 0.6% di Maret setelah pertumbuhan 0.4% pada Februari.

Rilis ini diperkirakan meningkatkan ekspektasi bahwa inflasi headline akan melonjak akibat gangguan pasokan energi. Pasar akan menimbang potensi efek kedua pada inflasi inti sebelum BoE menimbang kebijakan, sehingga volatilitas di pasar mata uang bisa meningkat. Menurut para ahli, perubahan signifikan pada jalur kebijakan baru BoE kemungkinan baru terlihat dalam beberapa bulan ke depan.

Rilis CPI Maret diperkirakan memicu reaksi besar pada Sterling karena inflasi yang lebih tinggi menambah tekanan pada ekspektasi kenaikan suku bunga BoE. Pasar mulai menimbang peluang BoE masih akan menaikkan suku bunga di sisa tahun ini meski volatilitas meningkat akibat gejolak energi. Meski demikian, sebagian analis menekankan bahwa lonjakan satu kali dari guncangan energi belum tentu mencerminkan arah kebijakan secara berkelanjutan.

Dari sisi teknikal, GBP/USD berada dalam fase konsolidasi dengan beberapa analis melihat resistensi utama di sekitar 1.3600. Penembusan di atas level tersebut bisa membuka jalan menuju 1.3700 dan 1.3732 dalam beberapa sesi. Sementara itu, dukungan terdekat berada di kisaran 1.3485, dengan potensi ke zona 1.3415 jika penurunan berlanjut.

Kondisi pasar tenaga kerja yang cukup stabil dan inflasi yang tetap tinggi menambah peluang bagi BoE untuk mempertahankan sikap hati-hati terhadap suku bunga. Perkembangan tersebut membuat fokus investor tertuju pada komentar pejabat BoE yang bisa menambah atau mengurangi tekanan kenaikan suku bunga. Jika reaksi data menambah kepekaan terhadap risiko second-round, GBP bisa menguat menuju area 1.3600 atau lebih tinggi; jika tidak, tekanan turun bisa berlangsung.

Dari perspektif teknis, pergerakan GBP/USD tampaknya berada dalam wilayah yang saat ini menunggu konfirmasi arah. RSI 14-hari menunjukkan momentum yang masih berada di atas 50, mendukung potensi kenaikan jika level 1.3600 berhasil ditembus. Namun, konfirmasi diperlukan melalui penutupan di atas level tersebut untuk melanjutkan menuju target 1.3700 dan 1.3732.

Investor akan memantau rilis data dan pernyataan kebijakan BoE pasca-data untuk melihat arah sentimen pasar. Jika data inti tetap kuat, prospek GBP untuk menguji 1.3700–1.3732 meningkat dan pasar bisa menambah posisi long. Sebaliknya, jika ada pelemahan pada inflasi inti, pasangan mata uang bisa kembali menurun menuju 1.3485 atau bahkan 1.3415 sebagai level support penting.

Secara keseluruhan, CPI Maret berpotensi menambah volatilitas jangka pendek pada GBP/USD. Risiko dan peluang akan sangat bergantung pada bagaimana pasar menilai dampak energi terhadap inflasi inti dan fleksibilitas kebijakan BoE. Untuk manajer risiko, fokuslah pada level kunci sekitar 1.3485–1.3600 sebagai area penting untuk evaluasi langkah trading jangka pendek.

broker terbaik indonesia