Cu dan Aluminium Hadapi Tekanan Permintaan dan Pasokan di Tengah Ketidakpastian Geopolitik

trading sekarang

Para analis ING Warren Patterson dan Ewa Manthey menilai bahwa sentimen pasar logam dasar saat ini bersifat berhati-hati. Tembaga dan aluminium terlihat menguat tipis meski risiko geopolitik jangka pendek mereda setelah perpanjangan gencatan Iran. Meski demikian, ketidakpastian lain tetap ada, membuat tekanan harga berlanjut.

Pendorong utama berasal dari biaya energi yang tinggi yang membebani sektor industri dan mempertahankan permintaan pada level yang lebih rapat. Di samping itu beberapa gangguan pasokan mendukung aluminium melalui gangguan produksi regional. Kombinasi faktor ini membuat pergerakan harga logam dasar cenderung volatil.

Untuk tembaga risiko pasokan meningkat seiring potensi kekurangan asam sulfat akibat gangguan pelayaran serta rencana China menunda ekspor mulai Mei. Sinyal harga di seluruh kompleks logam masih beragam karena faktor fundamental dan teknikal belum sepenuhnya selaras.

Aluminium mendapat dukungan dari gangguan pasokan di Timur Tengah yang menyumbang sekitar sembilan persen output global. Ketidakpastian pasokan ini membuat pasar mencari keseimbangan antara produksi dan permintaan serta menjaga fokus pada perubahan biaya operasional industri.

Tembaga menghadapi tantangan lebih lanjut karena gangguan asam sulfat dan potensi pembatasan ekspor China mulai Mei. Gangguan ini dapat mengganggu aliran pasokan global dan memperburuk disparitas antara data permintaan dan respons harga di pasar.

Catatan: artikel ini disusun oleh Cetro Trading Insight dan telah direview editor untuk menjaga akurasi analisis.

broker terbaik indonesia