Pertumbuhan PDB bulan November Inggris dilaporkan lebih tinggi dari ekspektasi, menambah keyakinan investor terhadap pemulihan ekonomi. Data tersebut mendukung pandangan bahwa sterling bisa mempertahankan momentum positif meskipun tantangan tetap ada. Begitu pula dengan angka produksi industri yang menguat, menggarisbawahi momentum sektor manufaktur dan layanan terhadap output nasional.
Analis asing menyoroti bahwa peningkatan data positif datang di saat manajer aset menahan posisi underweight terhadap sterling. Hal ini menciptakan suasana di mana pelaku pasar lebih siap menerima perbaikan kinerja mata uang utama. Terlebih lagi, dinamika saat ini menambah kebutuhan untuk memantau respons kebijakan moneter yang mungkin mengikuti data produksi.
Terlebih lagi, laporan rumah tangga menunjukkan sentimen positif di pasar properti, di mana agen properti menjadi sedikit lebih optimis terhadap penjualan. Pelaku pasar menilai kombinasi data ini sebagai sinyal bahwa ekonomi Inggris mampu bertahan dalam fase pemulihan. Dalam konteks itu, pelaku pasar menimbang bagaimana data tersebut akan membentuk narasi kebijakan BoE di bulan-bulan mendatang.
Dinamika teknis menunjukkan level support utama di sekitar 0,8645-0,8655 berisiko rapuh jika data ekonomi menguat dan ekspektasi pemotongan BoE merebak. Penembusan di bawah level tersebut bisa membuka ruang penurunan menuju sekitar 0,8600 pada pekan berikutnya. Kondisi ini sejalan dengan pandangan bahwa sterling berpotensi menguat terhadap euro jika sentimen data membaik.
Pergerakan ini konsisten dengan gaya perdagangan yang menimbang sikap pasar terhadap perubahan kebijakan. Meskipun beberapa investor menutup posisi underweight terhadap sterling, fokus utama tetap pada bagaimana kejutan positif pada data rilis IHK bisa memicu dinamika pasangan ini. Volatilitas jangka pendek tetap tinggi karena pergeseran ekspektasi inflasi dan suku bunga BoE.
Pasar uang saat ini memancang jalur pemotongan suku bunga BoE yang berbeda, dengan pandangan relatif pada bulan April, lalu Juni dan Desember. Narasi ini menambah volatilitas jangka pendek pada EUR/GBP, meski arah jangka menengah hingga panjang masih bergantung pada arah data inflasi dan asas fundamental sterling.
Kebijakan BoE menjadi pendorong utama bagi pergerakan pasangan mata uang ini. Data PDB dan produksi industri yang lebih kuat meningkatkan ekspektasi pasar terhadap kemungkinan penurunan suku bunga yang lebih lambat atau bahkan lebih lambat dari yang diperkirakan sebelumnya. Investor perlu menilai apakah perbaikan data ini akan mengubah komitmen bank sentral untuk menyesuaikan kebijakan secara bertahap.
Para analis menyoroti bahwa risiko terhadap sterling bisa tetap ada jika tekanan inflasi turun lebih cepat dari proyeksi. Skenario ini mendorong pelaku pasar untuk menilai jalur EUR/GBP secara seksama, dengan fokus pada level 0,8600 sebagai titik kunci jika tekanan pada sterling berlanjut. Sinyal pasar akan semakin teruji ketika data inflasi terbaru dirilis dan menimbulkan reaksi pada volatilitas pasangan mata uang.
Secara praktis, investor disarankan untuk memperhatikan perkembangan data IHK Inggris yang dijadwalkan dirilis. Kemudian, alokasi portofolio dapat disesuaikan untuk mengelola risiko terhadap volatilitas pasangan mata uang utama ini. Struktur risiko-reward tetap relevan dengan target yang lebih jelas seiring konfirmasi arah pasar muncul.