Riset DBS Group menunjukkan Bank of Korea kemungkinan besar mempertahankan suku bunga dasar pada level 2,50% sepanjang 2026. Analisis ini didasarkan pada tanda bahwa tekanan inflasi sepanjang Januari mulai mereda, didorong oleh permintaan yang lebih tenang dan pasokan yang relatif stabil. Kondisi ini menambah keyakinan bahwa kebijakan akan berada pada jalur yang tidak berubah meskipun dinamika ekonomi terkini menunjukkan pertumbuhan yang moderat.
Penurunan suku bunga sebelumnya dinilai telah mendekati ujungnya sesuai dengan konteks ekonomi saat ini. Laporan tersebut menekankan bahwa tidak ada sinyal kebutuhan mendesak untuk mengejar pelonggaran lebih lanjut pada saat ini. Kebijakan moneter dipandang menuju keadaan stabil, bukan pelonggaran atau pengetatan lebih lanjut.
DBS tetap pada pandangan bahwa suku bunga dasar 2,50% akan dipertahankan sepanjang tahun depan. Pernyataan ini mencerminkan ekspektasi bahwa Bank of Korea tidak akan menurunkan lagi, maupun menaikkan secara signifikan dalam periode yang diperkirakan. Pasar bisa melihat jalur kebijakan yang mantap meski faktor global tetap diperhatikan.
Inflasi Januari diperkirakan melambat, mencerminkan tekanan permintaan yang lebih rendah dan kestabilan pasokan. Kondisi ini mengurangi kebutuhan untuk penyesuaian kebijakan yang agresif dan mendukung narasi bahwa BOK tidak perlu segera mengubah arah kebijakan. Dengan demikian, prospek kebijakan menjadi lebih terukur seiring berjalannya waktu.
Rendahnya inflasi menunjukkan tidak adanya urgensi untuk beralih dari pelonggaran menuju pengetatan. Pasar tenaga kerja, permintaan domestik, dan dinamika pasokan memberikan ruang bagi kebijakan tetap tenang. Perkembangan ini menambah keyakinan bahwa perubahan arah kebijakan tidak akan terjadi dalam waktu dekat.
Oleh karena itu, prospek kebijakan moneter tetap konsisten dengan ekspektasi bahwa suku bunga 2,50% akan bertahan sepanjang tahun ini. Langkah pembuat kebijakan kemungkinan akan mengikuti perubahan kondisi makro dengan hati-hati. Investor disarankan menunggu konfirmasi lebih lanjut sebelum mengambil posisi besar.
Relevansi laporan DBS bersifat fundamental untuk pergerakan mata uang terkait Korea Selatan. Meski sinyalnya menunjukkan stabilitas, dampaknya terhadap pasangan USDKRW bisa dipengaruhi faktor eksternal lain. Dalam konteks analitik, arah pergerakan belum dapat dipastikan tanpa data harga pasar terbaru.
Analisis ini menyiratkan tidak adanya sinyal teknis kuat untuk posisi beli maupun jual berdasarkan artikel ini. Karena itu, rekomendasi trading cenderung netral dan memerlukan konfirmasi dari data pasar lanjutan. Pelaku pasar disarankan menguji beberapa indikator dan menunggu pernyataan resmi bank sentral untuk keputusan akhir.
Dari sisi risiko-imbalan, skenario yang dijelaskan membuka peluang untuk memantau level harga kunci jika inflasi dan permintaan berubah. Namun tanpa sinyal harga konkret, perdagangan tetap berada pada kelas risiko moderat hingga rendah. Manajemen risiko yang ketat dan kerangka waktu investasi yang jelas sangat dianjurkan.