
Langkah besar mengguncang papan manajemen DEPO Bangunan sedang dilancarkan, menandai era baru tata kelola bagi perusahaan ritel bahan bangunan ini. Perubahan ini diajukan untuk merombak jajaran Direksi dan Komisaris perseroan, dengan penempatan Direktur Utama dan Komisaris Utama yang baru. Langkah ini dipandang sebagai upaya memperkuat pengawasan, mempercepat eksekusi strategi, dan meningkatkan daya saing di pasar domestik. Keterangan resmi disampaikan oleh Corporate Secretary DEPO, Caroline Agustina Kettin, yang menegaskan rencana tersebut sebagai bagian dari penyegaran kepemimpinan.
Rencana perombakan akan dibahas pada RUPST yang dijadwalkan 29 Juni 2026. Jika disetujui, perubahan ini akan mulai efektif per 1 Juli 2026. Proses transisi diharapkan berjalan lancar agar operasional harian tidak terganggu. Susunan pengurus baru dinilai dapat membawa arah strategis yang lebih terkoordinasi dan fokus pada peningkatan layanan serta efisiensi biaya.
Susunan pengurus yang diusulkan menegaskan komitmen perusahaan terhadap tata kelola yang lebih kuat dan transparan. Perubahan ini dipandang sebagai langkah untuk mempercepat implementasi kebijakan operasional. Cetro Trading Insight menilai langkah ini sebagai sinyal positif bagi pemangku kepentingan meski dampaknya terhadap kinerja jangka pendek masih perlu diperhatikan.
Henryanto Komala, 61 tahun, saat ini menjabat Wakil Direktur Utama Depo Bangunan sejak Juli 2025, akan menggantikan posisi Direktur Utama. Ia membawa rekam jejak luas dari posisi pimpinan di Northstar dan peran Vice President Director di PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT). Pengalaman tersebut dipandang relevan dalam menghadapi dinamika pasar ritel dan memperkuat operasional DEPO. Dalam konteks transformasi kepemimpinan, penempatan Henryanto diperkirakan akan mempengaruhi fokus strategi perusahaan terhadap pelayanan pelanggan dan kanal distribusi.
Di sisi lain, Kambiyanto Kettin akan diangkat sebagai Komisaris Utama, menggantikan Hermanto Tanoko. Hermanto akan tetap duduk di Dewan Komisaris untuk menggantikan Rita Lijanto yang mengundurkan diri. Penataan ini menandakan pergeseran kontrol strategis di jajaran Komisaris guna menjaga kesinambungan kebijakan. Perubahan personalia ini sejalan dengan rencana penyegaran yang diungkapkan dalam keterbukaan informasi.
Selain itu, daftar direksi yang tersisa mencakup Johnny Liyanto, Amanda Grace Kettin, Caroline Agustina Kettin, dan Pathama Sirikul. Pathama Sirikul sebelumnya memimpin segmen omni-channel dan mengundurkan diri dari posisinya sebagai Direktur. Rita Lijanto juga mundur dari jabatan Komisaris, sehingga RUPST menjadi momen penting untuk menyusun kembali struktur kepengurusan. Cetro Trading Insight menilai kombinasi perubahan ini sebagai upaya menajamkan tata kelola dan alokasi tanggung jawab lintas fungsi.
RUPST yang dijadwalkan pada 29 Juni 2026 menjadi momen kunci bagi DEPO untuk menetapkan susunan pengurus yang baru. Dengan efek yang diharapkan mulai 1 Juli 2026, transisi diharapkan berjalan mulus tanpa gangguan operasional. Investor akan memantau bagaimana kebijakan baru mempengaruhi eksekusi rencana kerja dan kinerja keuangan di triwulan berikutnya.
Secara strategis, perubahan kepemimpinan bisa berdampak pada prioritas utama perusahaan, terutama dalam segmen omni-channel yang telah menjadi fokus sejak beberapa tahun terakhir. Meskipun perubahan manajemen bisa menciptakan volatilitas jangka pendek, peningkatan disiplin pengawasan dan efisiensi operasional berpeluang memperkuat eksekusi program transformasi. Cetro Trading Insight menilai bahwa figur kunci yang dipilih akan diuji melalui implementasi rencana kerja dan sinergi antar fungsi.
Dalam konteks industri ritel bahan bangunan yang kompetitif, perubahan ini menggarisbawahi komitmen DEPO terhadap tata kelola yang lebih kuat dan kontinuitas kepemimpinan. Investor disarankan untuk menunggu pernyataan resmi RUPST serta analisis kinerja keuangan setelah pelaksanaan susunan baru. Cetro Trading Insight akan terus memantau perkembangan dan menyajikan analisis berkala mengenai dampak perubahan ini terhadap nilai saham DEPO.