
Menurut Cetro Trading Insight, para strategi Deutsche Bank menilai bahwa sikap hawkish FOMC di bawah kepemimpinan Chair Kevin Warsh telah mengubah ekspektasi kebijakan. Mereka memproyeksikan dua kenaikan 25 basis poin pada 2026, dengan kemungkinan terjadi pada September dan Desember, sehingga fed funds rate menyentuh sekitar 4,1 persen. Proyeksi ini menandai pergeseran penting dibandingkan skenario sebelumnya dan meningkatkan risiko pengetatan kebijakan di masa yang akan datang.
Di pasar, persepsi hawkish ini tercermin melalui repricing yang lebih agresif. Para pelaku pasar menilai sekitar 39 basis poin pengetatan hingga Desember, meningkat dari sekitar 21 basis poin di awal pekan. Sinyal hawkish juga terlihat dari dot plot, dengan sembilan dari delapan belas pejabat yang menandakan perlunya kenaikan tahun ini, meskipun Chair Warsh sendiri tidak mengajukan dot plot.
Akibatnya, kurva imbal hasil Treasuries mendatar karena imbal hasil jangka pendek yang lebih tinggi. Kondisi ini menambah ketidakpastian bagi investor yang bergantung pada jalur kebijakan jangka menengah. Secara umum, sinyal ini menunjukkan kemungkinan bahwa ruang pelonggaran akan sempit jika tekanan inflasi tetap tinggi.
Imbas utama terlihat pada pasar obligasi dan dolar. Dengan ekspektasi kenaikan Fed yang lebih jelas, imbal hasil Treasuries jangka pendek naik, sementara seluruh kurva cenderung mendatar karena perubahan pada sisi pendek.
Kebijakan hawkish ini juga bisa menekan harga saham dan aset berisiko, karena biaya pinjaman yang lebih tinggi dan prospek pertumbuhan yang mungkin direvisi. Namun, perbedaan antara tenor dan wilayah berarti dampaknya tidak seragam; tenor panjang bisa tetap menarik jika inflasi melunak meskipun tetap di atas target.
Secara umum, narasi hawkish ini mendukung kemungkinan penguatan dolar dan menaikkan volatilitas di pasar keuangan global. Investor akan menilai bagaimana data inflasi serta pernyataan pejabat Fed membentuk arah kebijakan selanjutnya.
Meskipun fokus artikel ini adalah kebijakan makro, perubahan jalur Fed sering memicu volatilitas dolar dan imbal hasil, sehingga para trader perlu memonitor pernyataan FOMC dan data inflasi secara berkala.
Secara praktis, pedoman utama bagi trader adalah melihat perubahan kurva imbal hasil, pergerakan dolar, dan respons pasar obligasi terhadap rilis berita. Kombinasi analisis fundamental dengan pengamatan teknis bisa membantu mengidentifikasi peluang meski tanpa sinyal spesifik pada instrumen tertentu.
Kesimpulannya, proyeksi Deutsche Bank mengenai dua kenaikan 25 basis poin pada 2026 menegaskan narasi hawkish yang perlu diwaspadai. Karena informasi harga action spesifik untuk instrumen tidak disediakan, tidak ada rekomendasi trading tunggal yang dapat ditetapkan untuk saat ini.