DEWA Melejit Setelah Kontrak Tambang Baru, Prospek Bakrie Group Menuju Rp600 per Saham

DEWA Melejit Setelah Kontrak Tambang Baru, Prospek Bakrie Group Menuju Rp600 per Saham

Signal D/EWABUY
Open478.000
TP600.000
SL430.000
trading sekarang

Darma Henwa kembali menjadi sorotan di pasar saham Indonesia, dengan lonjakan harga yang mencuri perhatian investor pada Kamis (23/7/2026). BEI mencatat DEWA menguat tajam hingga 8,64% ke Rp478 per saham, menambah kilau pada momentum positif belakangan. Menurut Cetro Trading Insight, lonjakan ini didorong oleh pengumuman kontrak tambang baru yang berpotensi memperluas sumber pendapatan dan mengurangi ketergantungan pada klien utama.

Kontrak utama di Sebuku Sejaka Coal, Pulau Laut, Kalimantan Selatan, diperkirakan bernilai sekitar Rp22 triliun dan berlaku lima tahun dengan opsi perpanjangan hingga masa konsesi berakhir. Prospek kontrak ini dipandang sebagai katalis kuat untuk kinerja keuangan DEWA dalam beberapa tahun mendatang. Pasar juga menilai bahwa ekspansi segera ke bidang kelistrikan, infrastruktur, dan hospitality akan memperkuat profil usaha perseroan.

Selain kontrak tambang, perseroan melanjutkan strategi diversifikasi dengan membentuk tiga anak usaha baru pada 17 Juli 2026: DH Listrik, DH Infrastruktur, dan DH Arunika Hospitality. Pendirian entitas tersebut menandai upaya perusahaan untuk memperluas lini bisnis sambil memperkuat tata kelola dan korporasi. Analis menilai langkah ini sejalan dengan tren industri yang mengalihkan fokus pada proyek infrastruktur dan energi terbarukan di Indonesia.

Bahana Sekuritas menyampaikan riset awal Juli bahwa DEWA ditunjuk sebagai kontraktor utama tambang batu bara Sebuku Sejaka Coal, menambah bobot positif terhadap peluang pertumbuhan perusahaan. Menurut mereka, kontrak tersebut diperkirakan menghasilkan arus kas yang stabil serta meningkatkan kontribusi pendapatan non-pelanggan utama. Prospek ini membantu memberi gambaran bahwa saham DEWA memiliki potensi upside meski volatilitas pasar tetap ada.

Meskipun target harga DEWA direvisi turun menjadi Rp600 dari Rp850, Bahana Sekuritas tetap menyarankan Buy karena potensi peningkatan pendapatan dari kontrak baru dan diversifikasi usaha. Risiko yang lebih tinggi telah dikompensasi dengan peluang pertumbuhan jangka panjang serta peningkatan kapasitas produksi. Reaksi pasar terhadap revisi ini tampak positif, sejalan dengan pembaruan prospek fundamental perseroan.

Sebelumnya, pada 14 Juli 2026, DEWA mengumumkan audit laporan keuangan konsolidasian untuk periode yang berakhir 30 Juni 2026. Rembugan audit ini merupakan bagian dari persiapan laporan keuangan auditan untuk tahun buku berakhir 31 Desember 2026, guna memenuhi ketentuan regulasi OJK dan BEI.

Strategi Ekspansi Usaha dan Implikasi bagi Investor

DEWA juga menggulirkan rencana ekspansi lewat pendirian tiga anak usaha baru: PT DH Listrik, PT DH Infrastruktur, dan PT DH Arunika Hospitality. Langkah ini menandai upaya perusahaan untuk memperluas lini bisnis sambil memperkuat tata kelola dan korporasi. Pihak manajemen menegaskan bahwa pembentukan entitas baru ini merupakan bagian dari strategi pengembangan usaha dan investasi perseroan.

Langkah ekspansi ini diharapkan meningkatkan diversifikasi pendapatan dan mengurangi ketergantungan pada satu segmen pelanggan. Dengan fokus pada sektor kelistrikan, infrastruktur, dan layanan hospitality, DEWA berpotensi memanfaatkan peluang pertumbuhan infrastruktur nasional serta kebutuhan layanan logistik dan energi. Hal ini sejalan dengan arah ekonomi Indonesia yang tengah mendorong investasi besar-besaran di sektor tersebut.

Laporan keuangan auditan untuk 2026 menjadi salah satu kompetensi utama bagi investor. Keterbukaan terhadap proses audit dan kepatuhan regulasi akan menjadi faktor penentu kepercayaan jangka panjang terhadap Bakrie Group serta kemampuan DEWA untuk mewujudkan target pertumbuhan yang telah dipaparkan manajemen.

banner footer