
Guncangan risiko El Niño dan reli harga energi global meresap kuat ke pasar minyak sawit. Para pelaku pasar menilai potensi gangguan pasokan bisa memicu perubahan harga yang signifikan. Cetro Trading Insight merekam dinamika ini sebagai sinyal utama bagi perdagangan CPO.
Cuaca menjadi salah satu faktor utama yang menambah ketidakpastian produksi sawit di negara penghasil utama. Investor cenderung berhati-hati menghadapi volatilitas, terutama jika prediksi El Niño meningkat. Analisis kami menandai bahwa sentimen bullish tetap bertahan seiring optimisme permintaan biodiesel.
Di Bursa Malaysia Derivatives, kontrak CPO Oktober bergerak positif 1,20% ke 4.652 RM per ton pada pukul 15.07 WIB. Harga CPO juga tergerak mengikuti saingannya, minyak nabati Asia, serta dukungan dari indeks minyak kedelai CBOT. Secara makro, peningkatan biaya energi dapat memperbaiki daya tarik biodiesel berbasis sawit bagi para pembeli industri.
Analisa Sunvin Group mengaitkan lonjakan CPO pada hari ini dengan reli harga energi secara global serta penguatan minyak kedelai di CBOT sejak akhir pekan. Pergerakan ini menambah dinamika harga minyak nabati secara luas. Dengan demikian, CPO berpotensi mengikuti tren kenaikan jika faktor energi tetap positif.
Harga minyak kedelai di Dalian dan di CBOT menunjukkan pola yang sejalan dengan minyak nabati lainnya, karena produsen berusaha merebut pangsa pasokan global. Persaingan ini memperkuat landasan bagi pasar untuk menguakan harga yang lebih tinggi. Ketika biodiesel dari sawit menjadi opsi ekonomi, pasar akan menilai margin produksi secara lebih ketat.
Harga Brent mentah melonjak sekitar 2% ke level di atas USD 90 per barel karena ketegangan antara AS dan Iran, yang berpotensi mengancam jalur pengiriman di Selat Hormuz. Ketidakpastian geopolitik seringkali mendongkrak permintaan minyak nabati sebagai alternatif energi. Secara total, pasar minyak nabati mendapatkan dukungan ekstra untuk membawa belanja biodiesel meningkat.
Pekan ini, Departemen Meteorologi Malaysia mengingatkan suhu tertinggi dalam sejarah bisa terjadi karena El Niño. Fenomena ini meningkatkan risiko gangguan cuaca di kebun sawit utama. Penilaian kami di Cetro Trading Insight menekankan bahwa volatilitas produksi bisa lebih tinggi jika kelesuan cuaca berlanjut.
Pusat Prediksi Iklim Amerika Serikat menyatakan El Niño semakin kuat dalam satu bulan terakhir dan diperkirakan bertahan sepanjang 2026 hingga awal 2027. Kondisi ini menambah variabilitas hasil panen di wilayah penghasil utama. Investor perlu memperhitungkan potensi gangguan pasokan ketika menilai prospek harga sawit.
Secara keseluruhan, El Niño yang kuat cenderung menjaga volatilitas harga minyak nabati, terutama jika tekanan produksi meningkat. Harga CPO bisa tetap berada pada jalur kenaikan bila permintaan biodiesel dari sawit tetap kuat. Namun, faktor cuaca juga bisa memicu pembalikan jika kondisi iklim membaik lebih cepat dari ekspektasi.