Dinamika CNY Menanjak: PMI China Stabil, Permintaan Obligasi Kuat, dan Kebijakan PBoC yang Akomodatif

Dinamika CNY Menanjak: PMI China Stabil, Permintaan Obligasi Kuat, dan Kebijakan PBoC yang Akomodatif

trading sekarang

Peneliti DBS Group mengamati bahwa kurva imbal hasil yuan telah menguat dan menanjak pekan ini. Faktor utama yang terlihat adalah gencatan antara AS dan Iran yang memberikan jeda pada volatilitas pasar. Pada saat bersamaan, titik awal makro China untuk kuartal pertama menunjukkan kinerja yang lebih kuat dari ekspektasi.

PMI tetap tangguh dan aktivitas industri serta permintaan eksternal menunjukkan dinamika positif. Pemanfaatan industri seperti klinker semen dan tungku listrik meningkat, didukung oleh peningkatan tingkat operasi di pabrik baja utama. Dampak guncangan minyak terhadap sektor terkait energi terlihat terkendali.

Kondisi pasar obligasi onshore tetap solid, sementara arus masuk offshore tetap menguat arus modal. Turnover Northbound Bond Connect mencetak rekorde pada bulan Maret, dengan volume harian juga mencapai rekor. Secara keseluruhan, volatilitas menurun dan tampak mendukung kebijakan moneter yang akomodatif namun berhati-hati. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight.

Pertumbuhan ekonomi China pada kuartal pertama mendekati 5% secara year-on-year, didorong permintaan eksternal dan rebound aktivitas industri domestik. PMI diperkirakan berada di wilayah ekspansi dengan angka sekitar 50,3 pada April, menandakan momentum yang stabil. Meski begitu, kinerja tidak merata di seluruh sektor.

Indikator frekuensi tinggi menunjukkan perbaikan, dengan peningkatan pemanfaatan di sektor industri utama seperti semen klinker dan pemakaian tungku listrik. Operasi pabrik baja besar juga meningkat, menambah dinamika produksi nasional. Sisi minyak tetap menjadi faktor yang volatil namun dampaknya terkendali di sektor manufaktur lain.

Transmisi ke sektor industri lain masih terbatas sehingga efeknya tidak menyebar luas pada saat ini. Dampak geopolitik minyak membantu pasar energi lebih volatile daripada sektor industri lainnya. Secara keseluruhan momentum pertumbuhan China tetap stabil, memberi ruang bagi kebijakan yang cenderung terukur.

Kebijakan moneter PBoC dan prospek pasar

Permintaan obligasi onshore tetap kuat dengan arus Bond Connect ke arah utara mencatat rekor pada Maret. Dana obligasi China masuk dari luar negeri pada minggu pertama April juga mencatat inflows yang signifikan. Kondisi likuiditas yang kuat mendukung pasar dalam menghadapi volatilitas global.

PBoC diprediksi mempertahankan bias akomodatif melalui operasi likuiditas tanpa mengurangi suku bunga secara agresif. Kebijakan seperti itu menjaga front end kurva imbal tetap relatif stabil dan mengurangi tekanan volatilitas jangka pendek. Para analis menilai langkah ini sebagai bagian dari pendekatan kebijakan yang terukur.

Momentum pertumbuhan China dinilai tetap, meski tidak seragam di semua sektor. Implikasi bagi pergerakan USD/CNY cenderung moderat dalam jangka pendek hingga menengah, tergantung pada dinamika aliran modal global. Investor disarankan memantau sentimen pasar global dan aliran obligasi untuk mengantisipasi perubahan.

broker terbaik indonesia