Dinamika Pasokan Minyak dan CPI AS: Analisis MUFG tentang Dampak Rilis Cadangan Energi terhadap Inflasi

trading sekarang

Derek Halpenny, Kepala Penelitian MUFG, menyatakan rilis cadangan minyak yang direncanakan secara terkoordinasi dengan IEA bisa menahan gangguan pasokan di Selat Hormuz untuk sementara waktu. Namun, meskipun ada langkah tersebut, fokus pelaku pasar saat ini beralih pada data inflasi AS yang akan dirilis. Penilaian beliau menyoroti bahwa pergerakan harga minyak mentah Nymex berpotensi mendorong tekanan pada inflasi energi dan indeks harga secara keseluruhan.

Menurut analisisnya, kejutan inflasi akan menjadi kunci bagi respons kebijakan moneter dan pertumbuhan ekonomi. Pasar menimbang bagaimana Komite Pasar Terbuka Federal akan menyesuaikan suku bunga jika CPI menunjukkan pola yang berbeda dari perkiraan. Data CPI Februari yang akan dirilis dipandang sebagai indikator penting bagi arah kebijakan dan sentimen investor selama beberapa minggu ke depan.

Dalam konteks harga energi, konsensus memprediksi lonjakan CPI headline bulanan meski inti diperkirakan melambat. Harga bensin nasional telah menunjukkan lonjakan signifikan dalam beberapa minggu terakhir, dan bobot energi terhadap CPI menjadi faktor penting. Jika minyak mentah bergerak mendekati USD 100 per barel pada kuartal ini hingga paruh tahun, laju CPI energi bisa melonjak sekitar 15–20 persen di pertengah tahun sebelum akhirnya mereda.

Di sisi data, para analis menilai bahwa CPI headline bulan ini bisa naik dari 0,2% ke 0,3% secara bulanan, sementara CPI inti diperkirakan turun sekitar 0,1 poin persentase menjadi 0,2%. Secara tahunan, laju inflasi diproyeksikan stabil di kisaran 2,4% untuk headline dan 2,5% untuk inti.

Pergerakan harga energi juga menjadi kunci. Harga bensin di tingkat nasional melambung dalam beberapa pekan terakhir, didorong oleh lonjakan biaya bahan bakar. Sementara itu, bobot energi dalam perhitungan CPI headline masih relevan, dan dinamika tersebut akan memengaruhi gambaran inflasi secara menyeluruh.

Sekaligus, jika tekanan pasokan minyak mendorong energi lebih cepat, data CPI berikutnya bisa memperlihatkan puncak pada energi. Namun jika harga minyak kembali mereda, dampak terhadap inflasi mungkin lebih terbatas. Pelaku pasar akan menilai perkembangan ini sebagai petunjuk arah bagi sektor energi dan pasar terkait jelang paruh kedua tahun.

broker terbaik indonesia