Disrupsi Hormuz dan Bab el-Mandeb: Risiko Ekspor Saudi serta Jalur Bypass yang Mengubah Pasokan Minyak Global

trading sekarang

Analisis TD Securities oleh Senior Commodity Strategist menyoroti bagaimana gangguan di Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb mengubah risiko ekspor minyak Saudi. Laporan ini menekankan bahwa bypass capacity bisa memegang peran penting untuk menjaga aliran. Rincian fokusnya meliputi rute Yanbu, VLCC, serta kendala di Terusan Suez dan jalur SUMED yang mempengaruhi paparan pasokan terhadap potensi serangan Houthi.

Menurut kajian, hingga 16-17 juta b/d ekspor melalui Hormuz berisiko terhenti. Sekitar 7 juta b/d dari aliran itu bisa dialihkan lewat jalur bypass. Saudi memiliki spare capacity sekitar 5-5,5 juta b/d dibanding level pra perang melalui jaringan East-West pipeline yang menyalurkan minyak lewat Laut Merah.

Jalur East-West Saudi tampaknya berjalan pada kapasitas penuh. Pelabuhan Yanbu mencatat muatan sekitar 13 juta b/d untuk ekspor minggu ini, dengan lebih dari lima juta b/d direncanakan minggu depan. Berdasarkan jadwal yang ada, sekitar 70-75% ekspor Yanbu berisiko gangguan jika Red Sea terdampak, dan sebagian besar muatan Yanbu dimuat pada VLCC yang mayoritas menuju Asia atau kilang Jazan; karena VLCC tidak bisa lewat Suez saat memuat penuh, rute ini berpotensi tempuh Bab el-Mandeb.

Untuk mengurangi risiko, analis menilai opsi bypass melalui jalur Yanbu–Suez–SUMED. Opsi ini dapat mengalihkan sebagian muatan dan mengurangi paparan terhadap gangguan Houthi. Namun tetap ada ketidakpastian terkait kapasitas dan biaya operasional jalur alternatif.

Mereka memperkirakan hingga 2-2,5 juta b/d dari muatan VLCC yang dijadwalkan bisa dialihkan ke Ain Sukhna, pelabuhan di Mesir yang terhubung dengan jalur SUMED untuk menuju Sidi Kerir di Laut Mediterania. Jalur ini berpotensi menghindari risiko Houthi, meskipun kapasitasnya sekitar 2 juta b/d menjadi batas atas jalur tersebut.

Pengalihan melalui Ain Sukhna bukan tanpa tantangan. Potensi manfaat sangat bergantung pada dinamika permintaan, biaya pengangkutan, dan kondisi keamanan regional. Secara keseluruhan, kelanjutan pengepasan jalur ini akan memerlukan koordinasi yang erat antara produsen, operator pelabuhan, dan otoritas terkait.

Analisis ini menyoroti bagaimana kombinasi risiko geopolitik dan kendala logistik dapat menambah tekanan pada pasokan minyak global. Ketidakpastian di Hormuz dan Bab el-Mandeb membuat aliran minyak lebih rentan terhadap perubahan situasi. Dampaknya dapat terlihat pada pergerakan harga jika gangguan berlanjut atau meluas.

Perubahan pola aliran melalui jalur alternatif bisa mengubah lanskap pasokan ke Asia dan pasar internasional. Namun biaya logistik serta risiko operasional dalam rute baru perlu dipantau secara berkala. Investor dan pemangku kebijakan perlu menjaga fleksibilitas kebijakan energi untuk merespons dinamika ini.

Kesimpulannya, kerentanan dalam rantai pasokan minyak global tetap nyata. Cetro Trading Insight menilai bahwa pemantauan ketat terhadap eskalasi di Hormuz, Bab el-Mandeb, dan Terusan Suez sangat penting. Informasi terbaru diperlukan untuk menilai dampak pasar energi secara tepat.

broker terbaik indonesia