NZD/USD bergerak lebih tinggi pada hari Senin, diperdagangkan sekitar 0.5850, dan mengakhiri empat hari tren penurunan. Pergerakan ini didorong oleh meningkatnya sentimen risiko serta faktor makro yang mendukung mata uang kiwi. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight.
Data yang dirilis oleh National Bureau of Statistics menunjukkan Retail Sales naik 2.8 persen YoY pada Februari, melampaui ekspektasi 2.5 persen. Sementara itu, Industrial Production meningkat 6.3 persen, juga melampaui perkiraan 5.1 persen. Angka-angka ini memperkuat prospek permintaan terhadap ekspor New Zealand dan mendukung Kiwi.
Sentimen risiko membaik seiring berkurangnya kekhawatiran atas pasokan energi akibat potensi stabilisasi ketegangan di wilayah Timur Tengah. Perbaikan mood pasar membantu NZD/USD menggerak lebih tinggi meski volatilitas tetap ada. Investor tetap memantau faktor global untuk memahami arah pasangan mata uang ini.
Ekspektasi kebijakan RBNZ menunjukkan kemungkinan pengetatan pada sisa tahun ini. Dalam skenario yang beredar, ada peluang kenaikan 25 basis poin sekitar September dan kemungkinan kenaikan tambahan di akhir tahun. Hal ini mendukung narasi positif bagi NZD dan revisi laju imbal hasil di pasar FX.
Saat ini, dolar AS melemah terhadap sebagian besar mata uang utama, dengan DXY turun dari level tertinggi dan bergerak di bawah 100. Perbaikan sentimen risiko mendorong permintaan terhadap aset berisiko. Perkembangan geopolitik di Timur Tengah juga berperan menambah stabilitas terhadap aliran modal global.
Walau terlihat positif, para investor tetap berhati-hati menjelang keputusan kebijakan Federal Reserve berikutnya. Pasar menimbang potensi pemangkasan suku bunga di beberapa bulan mendatang sambil menilai bagaimana inflasi dan pertumbuhan akan membentuk jalur kebijakan. Ketidakpastian jangka pendek tetap tinggi bagi pergerakan pasangan NZDUSD.
Indeks dolar AS DXY mundur dari level tertinggi, turun di bawah 100, dan mencerminkan perbaikan mood risiko di pasar. Ketegangan di Timur Tengah mulai mereda, sehingga aliran energi global terlihat lebih stabil. Fenomena ini mendukung pembalikan menuju aset berisiko seperti NZD. Laporan juga menyebut kemungkinan pembentukan koalisi internasional untuk mengawal kapal melalui Selat Hormuz, yang bisa menambah kepastian pasokan energi.
Investor tetap waspada menjelang rapat kebijakan The Fed berikutnya, karena pasar mengevaluasi sinyal mengenai jalur pemotongan suku bunga. Proyeksi pemotongan bertahap dapat menahan penguatan dolar, tetapi risiko tetap ada jika data inflasi mengulang tekanan. Pergerakan NZDUSD akan sangat bergantung pada bagaimana Fed menafsirkan data tersebut.
Untuk trader, fokus utama adalah menilai dampak data makro global terhadap dinamika NZDUSD. Jika data manufaktur China tetap kuat dan RBNZ mempertahankan jalur kebijakan hawkish, peluang beli pada NZDUSD bisa berkembang dengan rasio risiko-imbalan yang favorable. Terapkan manajemen risiko yang ketat dengan stop loss dan take profit yang selaras volatilitas pasar.