Bank Permata melangkah dengan langkah yang nyaring bagi para pemegang saham: mengumumkan dividen tunai sebesar Rp1,27 triliun untuk tahun buku 2025, setara Rp35 per saham. Langkah ini menjadi isyarat jelas bahwa perusahaan berkomitmen pada pengembalian modal sekaligus menjaga pijakan pertumbuhan jangka panjang. Di tengah dinamika industri perbankan, pengumuman ini mampu membangun kepercayaan investor terhadap kesinambungan profitabilitas.
Dividen tersebut setara dengan 35 persen dari laba bersih perseroan untuk 2025, yaitu Rp3,59 triliun. Kebijakan pembagian laba ini menunjukkan keseimbangan antara memupuk laba kembali dan memberikan imbal hasil kepada pemegang saham. Penempatan proporsi yang relatif konservatif namun tetap moneter ini menjadi sinyal bahwa perusahaan menjaga kapabilitas investasi sambil tetap memberi keuntungan kepada investor.
Keterangan resmi disampaikan oleh Direktur Utama Bank Permata, Meliza M. Rusli, yang menegaskan bahwa kinerja keuangan positif sepanjang tahun lalu merupakan buah dari inovasi layanan, peningkatan efisiensi operasional, serta tata kelola perusahaan yang kuat dan berkelanjutan. Penjelasan ini menegaskan fokus manajemen pada peningkatan layanan sembari menjaga kualitas kinerja secara menyeluruh.
Dari sisi aset, Bank Permata berhasil mencatatkan pertumbuhan 3,6 persen menjadi sebesar Rp268,3 triliun. Pertumbuhan aset ini mencerminkan ekspansi aktivitas pinjaman dan likuiditas yang terkelola dengan baik, sejalan dengan strategi meningkatkan jangkauan layanan perbankan bagi nasabah individu dan bisnis.
Laba bersih juga menunjukkan perbaikan, naik sekitar 0,6 persen, menunjukkan momentum pemulihan kinerja operasional bank meskipun lingkup persaingan tetap sengit. Poin ini menambah gambaran bahwa bank mampu menjaga profitabilitas meski menghadapi dinamika biaya dan suku bunga yang berubah.
Dari segi permodalan, rasio kecukupan modal (CAR) tercatat 34,6 persen, sementara rasio CET-1 berada di 26,6 persen. Profil modal yang kuat ini memberikan bantalan terhadap volatilitas cicilan kredit maupun kebutuhan likuiditas, sekaligus memberi landasan bagi ekspansi layanan dan investasi masa depan.
Dengan dukungan Bangkok Bank sebagai pemegang saham pengendali, Bank Permata berkomitmen memperdalam hubungan dengan nasabah dan memperluas layanan yang relevan untuk memenuhi kebutuhan keluarga lintas generasi. Dukungan induk usaha sering kali memperpanjang siklus investasi serta memperbaiki efisiensi operasional melalui best practice tata kelola dan proses harmonisasi risiko.
Komisaris Utama Bank Permata, Chartsiri Sophonpanich, memberikan apresiasi atas kontribusi profesional jajaran direksi dan menilai capaian 2025 sebagai fondasi kuat untuk menjaga kesinambungan pertumbuhan di seluruh lini bisnis. Reorientasi strategi ke layanan yang relevan bagi nasabah dan peningkatan efisiensi di berbagai segmen dipandang sebagai kunci daya saing di pasar perbankan Indonesia.
Dalam konteks publikasi industri finansial, Cetro Trading Insight menilai arah Bank Permata menuju pertumbuhan berkelanjutan dengan fokus pada kualitas layanan, tata kelola, dan nilai tambah bagi pemangku kepentingan. Narasi ini menggarisbawahi kepercayaan terhadap kapasitas bank dalam menghadapi tantangan ekonomi serta memanfaatkan peluang di pasar domestik.