
DJIA futures berada di atas 49.800 pada perdagangan malam dan pra-pasar, membangun reli signifikan sejak rendah Kamis di sekitar 48.500, serta berupaya menembus 50.000 untuk pertama kalinya. S&P 500 futures juga berada di zona rebound dengan bertahan di atas 7.200, menandai kinerja bulanan terkuat sejak 2020. Nasdaq Composite futures tampak melanjutkan tren kenaikan yang dipimpin sektor teknologi, meski Dow menunjukkan dinamika yang mendukung optimisme pasar secara menyeluruh.
Rasa optimisme pasar dipicu harapan bahwa tawaran diplomatik Iran dapat meredam konfrontasi di Selat Hormuz, meskipun retorika dari pejabat pemerintah AS tetap membebani sentimen. Pasar menilai adanya peluang solusi damai yang dapat menjaga arus perdagangan energi tetap lancar dan mengurangi risiko geopolitik bagi ekuitas global.
Para analis menilai pergerakan ini sebagai indikasi awal menuju level kunci sekitar 50.000, dengan fokus pada data ekonomi mendatang dan jalur kebijakan moneter. Meskipun volatilitas tetap ada, progres diplomatik yang terlihat memberikan dukungan pada momentum bullish di pasar saham.
Di tengah dinamika diplomatik, Iran menyampaikan proposal revisi kepada mediator Pakistan, menandakan kemajuan diplomatik meski kerawanan geopolitik tetap ada. Langkah tersebut membantu membentuk narasi untuk menjaga stabilitas regional dan arus energi global.
Harga minyak mentah mengalami koreksi signifikan: WTI turun sekitar 3% berada di atas 101 dolar AS per barel, sementara Brent turun sekitar 2% di atas 108 dolar AS per barel setelah sempat menyentuh puncak sekitar 126 dolar per barel karena kekhawatiran atas pembicaraan damai yang gagal. Pergerakan ini memberi tekanan pada biaya energi bagi perusahaan dan konsumen.
Ketika diplomasi berlangsung, pasar menimbang bagaimana dinamika tersebut mempengaruhi volatilitas jangka pendek di pasar saham. Optimisme diplomatik membentuk landasan bagi potensi perbaikan jangka pendek, meski risiko geopolitik tetap menjadi faktor pembatas bagi sentimen risiko secara luas.
Menurut Cetro Trading Insight, Apple melesat lebih dari 3% pada perdagangan pra-pasar setelah laporan keuangan kutipan kuartal kedua menunjukkan hasil yang mengalahkan ekspektasi, didorong oleh kekuatan layanan meski pendapatan iPhone berada di bawah proyeksi. Kenaikan layanan menjadi motor utama pertumbuhan pendapatan dalam konteks layanan ekosistem yang kuat.
Proyeksi pendapatan yang lebih cerah membantu menjaga sentimen pasar terhadap sektor teknologi meskipun beberapa elemen hardware menunjukkan respons yang lebih lemah. Analisis menunjukkan bahwa pertumbuhan layanan dan pandangan masa depan yang positif dapat menjaga momentum bagi raksasa teknologi di tengah dinamika pasar yang dinamis.
Sementara itu, politik perdagangan menuju front baru terlihat dengan munculnya rencana tarif 25% pada mobil dan truk Eropa menurut pernyataan di Truth Social. Saham automaker seperti Stellantis dan Ferrari terdampak negatif, meskipun banyak investor menilai langkah tersebut sebagai bagian dari negosiasi yang masih berlangsung. Data ISM Manufacturing April di 52,7 dengan pekerjaan turun ke 46,4 menambah gambaran tekanan inflasi dan tantangan di pasar tenaga kerja, yang pada akhirnya membentuk jalur kebijakan Federal Reserve di masa mendatang.