DMAS, pengembang Kawasan modern Kota Deltamas, mengguncang pasar properti Indonesia dengan melaporkan prapenjualan sebesar Rp561,4 miliar untuk Januari-Maret 2026. Lonjakan ini menunjukkan momentum positif yang konsisten dengan hasil kuartal pertama. Data ini menempatkan DMAS pada jalur yang lebih kuat untuk mengejar target tahunan, dan analisis ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk pembaca di platform Cetro.
Penjualan lahan industri tetap menjadi motor utama di awal tahun ini, meski sektor hunian berupa rumah tapak juga memberikan kontribusi signifikan. Direktur & Sekretaris Perusahaan DMAS menegaskan bahwa dinamika permintaan lahan industri masih tinggi seiring percepatan digitalisasi dan kebutuhan infrastruktur TI.
Secara rinci, sekitar 75 ha permintaan lahan industri di awal 2026, dengan lebih separuhnya berasal dari sektor data center di GIIC Kota Deltamas. Fenomena ini mencerminkan tren kenaikan kebutuhan fasilitas TI yang mendukung AI dan solusi teknologi bisnis modern.
Selain dinamika tradisional, permintaan dikisahkan dipicu oleh ekspansi teknologi informasi khususnya kebutuhan data center untuk mendukung pengolahan data skala besar dan AI. DMAS secara proaktif menyiapkan kawasan khusus data center di GIIC Kota Deltamas untuk memenuhi permintaan tersebut.
Perseroan menegaskan komitmen untuk menjaga layanan terbaik bagi konsumen dan terus mengembangkan kawasan industri, hunian, dan area komersial. Upaya ini sejalan dengan misi DMAS untuk membangun Kota Deltamas sebagai kawasan terpadu modern yang ramah lingkungan dan pusat regional di timur Jakarta.
Melalui upaya berkesinambungan, DMAS menargetkan peningkatan nilai tambah bagi pemangku kepentingan sambil menjaga pertumbuhan berkelanjutan, sejalan dengan visi jangka panjang perusahaan.
Untuk 2026, DMAS menargetkan marketing sales sebesar Rp2,08 triliun, dengan capaian sekitar 27% dari target tahunan pada kuartal pertama. Angka ini memberi gambaran prospek publik properti yang terkait dengan fasilitas industri dan infrastruktur TI.
Kondisi pasar masih dipengaruhi dinamika regulasi, suku bunga, dan volatilitas ekonomi, meskipun dukungan permintaan lahan industri dan data center berpotensi menarik minat investor. Investor disarankan melihat gambaran jangka panjang DMAS serta kemampuan perusahaan dalam mewujudkan proyek dengan skala besar.
Analisis ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk pembaca di platform Cetro, sebagai sumber wawasan pasar yang berimbang dan informatif. Informasi dalam artikel ini bersifat edukatif dan tidak merupakan rekomendasi investasi.