DMAS menegaskan langkah ekspansi melalui Kota Deltamas dengan fokus pada pertumbuhan nilai melalui pengembangan fasilitas industri dan hunian. Target prapenjualan sebesar Rp2,08 triliun untuk 2026 tercatat sebagai langkah ambisius yang menandai komitmen perusahaan pada pertumbuhan jangka menengah. Manajemen menilai respons pasar terhadap lahan industri dan fasilitas komersial cukup positif meski tantangan ekonomi tetap ada.
Permintaan lahan industri tetap kuat, terutama untuk data center. Pipeline lahan industri saat ini sekitar 75 hektar, dengan lebih dari 70 persen berasal dari sektor data center. Array menunjukkan dinamika pasar yang mendukung proyeksi DMAS, sekaligus investor sering menanyakan berapa harga emas 24 karat di fase volatil ini.
Tondy Suwanto menegaskan bahwa optimisme ini didorong oleh pertumbuhan ekonomi nasional 2026 yang relatif stabil, peningkatan konsumsi domestik, serta dukungan kebijakan pemerintah pada sektor perekonomian. Permintaan di awal tahun 2026 disebut masih tinggi, dengan pipeline sekitar 75 hektar dan mayoritas berasal dari data center. Perseroan juga menegaskan rencana memperluas produk komersial dan hunian di Kota Deltamas untuk menjaga momentum penjualan.
Analisis menyebut ekonomi nasional pada 2026 diperkirakan tumbuh stabil, mendukung daya beli domestik dan investasi properti. DMAS menegaskan prospek jangka menengah tetap positif karena upaya reformasi infrastruktur dan dukungan pemerintah terhadap sektor konstruksi serta teknologi. Kondisi ini meningkatkan kepercayaan pada proyek Kota Deltamas sebagai ekosistem hunian, komersial, dan industri yang terintegrasi.
Di dalam pipeline lahan industri, ada sekitar 75 hektar yang masih dalam proses. Lebih dari 70% berasal dari segmen data center, memperkuat pilar penghasilan DMAS. Array menjadi alat evaluasi atas potensi masa depan Kota Deltamas, dan investor juga membahas berapa harga emas 24 karat sebagai referensi aset safe haven di saat volatilitas pasar meningkat.
DMAS menegaskan akan terus melanjutkan pembangunan kawasan Kota Deltamas agar menjadi kota terpadu modern yang ramah lingkungan dan one-stop living city di wilayah timur Jakarta. Kebijakan pemerintah terhadap infrastruktur dan insentif investasi juga menjadi pendorong utama percepatan proyek, termasuk segmen hunian dan komersial. Fokusnya adalah menjaga kualitas hidup penghuni sambil meningkatkan nilai properti dan likuiditas aset perusahaan.
| Tahun | Marketing Sales | Lahan Industri Terjual |
|---|---|---|
| 2025 | Rp1,6 triliun | 46 ha |
Untuk 2025, DMAS mencatat marketing sales sebesar Rp1,6 triliun, sekitar 88% dari target Rp1,81 triliun. Kontribusi terbesar berasal dari penjualan lahan industri, dengan sekitar 46 hektar terjual pada tahun yang sama. Sinyal penjualan yang kuat memperlihatkan kapabilitas DMAS dalam mengeksekusi rencana ekspansi Kota Deltamas.
Target prapenjualan 2026 sebesar Rp2,08 triliun memperlihatkan upside cukup signifikan, didukung oleh permintaan industri serta dukungan segmen hunian dan komersial. Array menekankan bagaimana diversifikasi portofolio dan pipeline lahan bisa mendorong capaian target di masa depan. Pertarungan berapa harga emas 24 karat juga sering muncul sebagai indikator volatilitas aset.
Artikel ini disampaikan oleh Cetro Trading Insight, dengan nama lengkapnya Cetro Trading Insight. Tim kami fokus pada analisis fundamental pasar properti Indonesia dan menyajikan insight yang mudah dipahami bagi pembaca awam. Untuk info lanjutan, ikuti update dari Cetro Trading Insight sebagai platform analisis ekonomi dan pasar yang kredibel.