IHSG Melonjak 7,38% dalam Seminggu di Tengah Aksi Jual Asing Masif

IHSG Melonjak 7,38% dalam Seminggu di Tengah Aksi Jual Asing Masif

trading sekarang

Selama pekan terakhir, IHSG melesat hingga 6.007 poin dengan lonjakan 7,38 persen. Lonjakan ini terjadi meski arus jual asing masih masif. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk pembaca awam yang ingin memahami dinamika pasar tanpa jargon berlebih.

Analisis teknis dan fundamental menilai reli ini didorong oleh kekuatan likuiditas domestik yang menahan koreksi. Investor domestik menunjukkan optimisme dalam memilih saham-sektor likuid dengan fundamental kokoh. Kondisi ini menjadikan IHSG tetap berada dalam tren positif meski tekanan eksternal belum mereda.

Secara umum, pergerakan pekan ini mencerminkan dinamika pasar Indonesia: arus modal asing tetap keluar, tetapi minat beli domestik cukup kuat untuk menjaga arah indeks. Cetro Trading Insight mengamati adanya dispersal posisi di sektor-sektor utama yang menopang reli.

BBRI menjadi saham asing paling besar dijual sepanjang pekan dengan net sell sebesar Rp1,92 triliun. Penjualan terbesar terjadi melalui UBS Sekuritas AK sebesar Rp543,6 miliar, disusul Macquarie RX sebesar Rp455,9 miliar dan Maybank ZP sebesar Rp446,3 miliar. Aksi jual ini memperlihatkan fokus investor asing pada likuiditas dan profil risiko saham bank terbesar di Indonesia.

BMRI juga terkena tekanan jual dengan total Rp503,29 miliar, didorong penjualan lewat UBS AK Rp511 miliar dan JP Morgan BK Rp355 miliar. Selain itu, CGS Sekuritas YU dan Macquarie RX turut menyerap sebagian likuiditas asing dengan nilai Rp495 miliar dan Rp241 miliar, menunjukkan dinamika order routing yang kompleks di pasar nasional.

BBCA sebelumnya menjadi favorit asing namun mengalami net sell Rp412,8 miliar, meski kemudian kembali diakumulasi. UBS Sekuritas (AK) kembali agresif menjual BBCA hingga Rp2,2 triliun, sementara pembelian kembali oleh Macquarie RX dan Verdhana Sekuritas mendorong harga mendekati level Rp6.000 per saham meski sempat turun di bawah Rp5.000.

Topik Pasar Ke-Pekan-an dan Implikasi untuk Investor Domestik

Daftar saham yang dilepas asing pekan ini menunjukkan dominasi pada beberapa emiten besar dan beberapa komoditas bernilai tinggi, termasuk BBRI, BMRI, BBCA serta ASII, AMMN, TLKM, CUAN, BBNI, AADI, dan ANTM. Penjualan ini membentuk pola arus modal yang berimbang antara beberapa sektor.

Beberapa institusi besar seperti Brown Advisory, Principal Global Investors, dan JP Morgan Investment Management disebut sebagai pelaku sell pada saham BBRI, sebagaimana dirilis Morningstar. Fenomena ini menambah dinamika tekanan jual pada beberapa emiten perbankan, meski tidak semua saham tertekan secara serentak.

Meski arus jual asing cukup kuat, IHSG menunjukkan ketahanan berkat permintaan domestik yang menarik, serta likuiditas pasar yang relatif tinggi. Investor disarankan memantau risiko likuiditas, volatilitas, dan faktor eksternal seperti kebijakan moneter serta sentimen global untuk menilai peluang masuk pasca koreksi singkat.

banner footer