
Di awal rangkuman perdagangan, dolar AS tetap berada di area yang relatif tinggi meskipun beberapa data kunci tertunda akibat penutupan sebagian pemerintah. Ketidakpastian fiskal cenderung menekan sentimen berisiko, sehingga pelaku pasar mencari perlindungan di aset likuid seperti dolar. Pada hari perdagangan ini, DXY diperdagangkan di sekitar 97,40, menunjukkan pergerakan sideways yang menunjukkan keseimbangan antara permintaan likuiditas dan risiko yang menahan volatilitas.
Penutupan tersebut memberikan jeda bagi pasar untuk menilai ulang ekspektasi kebijakan moneter. Para pelaku pasar menunggu rilis data pekerjaan dan indeks harga yang tertunda, karena data ini sangat menentukan arah dolar dalam beberapa minggu ke depan. Meski ada ketidakpastian, nada pasar tetap berhati-hati karena adanya pemotongan data yang berimplikasi terhadap gambaran kekuatan tenaga kerja AS.
Secara teknikal, level 97,40 menjadi area penentu. Jika dolar berhasil mempertahankan posisi di atas level ini, risiko untuk melanjutkan kenaikan terhadap resistance utama bisa meningkat. Namun skenario penundaan data menambah elemen ketidakpastian yang perlu diwaspadai investor sebagai bagian dari manajemen risiko portofolio.
Investor menanti rilis Indeks Manajer Pembelian (PMI) Jasa dari Institute for Supply Management (ISM). Secara konsensus, PMI Jasa diperkirakan turun menjadi 53,5 pada Januari dari 54,4 di Desember. Penurunan ini dipandang sebagai sinyal pelambatan bertahap dalam pertumbuhan sektor jasa, yang menjadi pilar utama pekerjaan dan konsumsi, terutama di era pemulihan ekonomi pasca pandemi.
Kendati demikian, angka 53,5 tetap berada di wilayah ekspansif dan tidak mengindikasikan kontraksi. Dalam konteks dolar, pelemahan tipis pada PMI Jasa bisa menambah potensi pelonggaran kebijakan asing, tetapi kumpulan data yang lebih kaya dari pekerjaan dan produksi tetap menjadi penentu utama arah dolar. Pasar menilai bahwa data ini bisa menahan perubahan sentimen besar dalam waktu dekat.
Secara teknikal, pergerakan pada PMI ini tidak secara langsung mengubah arah jangka pendek dolar, namun investor dapat menghadapi volatilitas setelah rilis data. Keputusan aliran modal di pasar uang sering kali dipengaruhi oleh ekspektasi terhadap kebijakan The Fed dan deretan data ekonomi yang bersifat lagging.
Awal bulan ini, aktivitas manufaktur AS menunjukkan rebound yang mengejutkan, dengan PMI Manufaktur ISM naik menjadi 52,6 dari 47,9 pada Desember. Lonjakan ini mengalahkan ekspektasi pasar yang ada di sekitar 48,5 dan menandakan peningkatan produksi serta optimisme pada sektor manufaktur meskipun ada ketidakpastian fiskal. Angka ini menandakan bahwa gesekan penutupan sebagian tidak sepenuhnya menahan dinamika pembentukan harga dan tenaga kerja di sektor terkait.
Para analis menilai rebound ini sebagai tanda ketahanan ekonomi domestik. Kenaikan PMI manufaktur biasanya mengindikasikan permintaan yang lebih kuat dan kapasitas produksi yang lebih tinggi, yang pada gilirannya dapat memperkuat dolar jika didukung oleh data pekerjaan yang solid. Pasar memantau bagaimana data ini berkoeksistensi dengan angka inflasi dan kebijakan moneter kedepan.
Secara teknikal, data PMI manufaktur yang kuat cenderung mendorong kapita asing masuk ke aset berdenominasi dolar, meningkatkan peluang untuk pergerakan dolar ke level yang lebih tinggi jika memperkuat klaim terhadap suku bunga jangka menengah.
Presiden AS telah menominasikan Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve berikutnya. Meski still memerlukan persetujuan Senat, pengumuman ini dilihat pasar sebagai potensi arah kebijakan yang lebih disiplin terhadap pelonggaran moneter. Warsh dikenal dengan pendekatan yang lebih hati-hati terhadap pelonggaran, yang sering diasosiasikan dengan normalisasi kebijakan sooner daripada nanti.
Penunjukan ini menambah dinamika pada ekspektasi suku bunga, karena pelaku pasar menilai bahwa sikap yang lebih tegas terhadap pelonggaran dapat menjaga harga dolar lebih tinggi dan memperbesar risiko bagi aset berisiko. Namun, skenario ini juga bergantung pada respons terhadap data makro berikutnya dan bagaimana Fed menyeimbangkan tujuan pertumbuhan dengan stabilitas harga.
Kandidat yang diajukan memicu pembicaraan mengenai arah kebijakan moneter di masa mendatang, sambil menyoroti pentingnya komunikasi Fed terhadap pasar. Investor menantikan klarifikasi lebih lanjut dari komite kebijakan mengenai rencana pengetatan atau pelonggaran yang sesuai dengan dinamika inflasi dan tenaga kerja.