Dolar AS Menguat di Tengah Ketegangan Timur Tengah: Dampaknya pada EURUSD dan Pasar Forex

Dolar AS Menguat di Tengah Ketegangan Timur Tengah: Dampaknya pada EURUSD dan Pasar Forex

Signal EUR/USDSELL
Open1.143
TP1.110
SL1.150
trading sekarang

Ketegangan di Timur Tengah menjadi fokus utama pasar karena meningkatnya langkah militer dan potensi gangguan pasokan energi. Permintaan terhadap aset safe-haven seperti dolar AS meningkat seiring kekhawatiran atas stabilitas regional. Dalam beberapa hari terakhir, dolar menunjukkan kekuatan relatif terhadap mata uang utama lainnya.

Lonjakan harga minyak akibat penutupan jalur pelayaran strategis menambah tekanan inflasi dan mendorong para pelaku pasar untuk menjaga likuiditas dalam dolar. Indeks DXY pun menembus angka 100,00 dan saat ini diperdagangkan sekitar 100,30 setelah beberapa hari mengalami kenaikan. Kondisi ini mencerminkan konsensus pasar terhadap risiko yang sedang berkembang.

Di sisi kebijakan, Federal Reserve mempertahankan target kisaran suku bunga 3,50%–3,75% pada pertemuan Januari dan menunjukkan sikap menunggu keputusan berikutnya. Narasi wait-and-see dari bank sentral menambah dinamika bagi dolar, meskipun faktor geopolitik tetap menjadi pendorong utama volatilitas jangka pendek. Analisis ini dirilis oleh Cetro Trading Insight untuk membantu pemahaman trader awam sekaligus profesional.

EURUSD diperdagangkan mendekati 1,1430, turun ke wilayah yang terakhir terlihat pada Agustus 2025. Tekanan dari lonjakan harga minyak dan ekspektasi bahwa zona euro menghadapi tantangan energi berkelanjutan memperkecil dukungan bagi mata uang tunggal tersebut.

GBPUSD berada di sekitar 1,3240, mengalami penurunan meski laporan pekerjaan AS menunjukkan dinamika yang tidak sepenuhnya positif. Sinyal pasar tetap menaruh perhatian pada bagaimana perkembangan energi global memengaruhi prospek ekonomi Inggris dan kebijakan moneter Bank of England.

USDJPY bergerak di sekitar 159,60 dengan kenaikan yang terbatas sepanjang hari. Dalam konteks ketidakpastian global, Yen cenderung menguat sebagai pelindung risiko, namun eskalasi lebih lanjut pada konflik bisa membuat pasangan ini turun dari level tertinggi dua tahun.

WTI diperdagangkan di sekitar $97 per barel setelah rilis persediaan pemerintah gagal menahan harga, sementara harga sempat mencapai $119 per barel pada Senin lalu—level tertinggi yang belum terlihat sejak 2022. Pergerakan minyak menambah kompleksitas pada prospek inflasi dan kebijakan moneter global.

Emas, meskipun tidak menjadi fokus utama, disebut berada pada kisaran yang tidak banyak berubah sekitar $5,044 per ons dalam konteks volatilitas geopolitik. Kestabilan emas mencerminkan peran aset lindung nilai dalam menghadapi ketidakpastian pasar energi dan risiko geopolitik.

Selain itu, kalender ekonomi dan pertemuan bank sentral yang akan datang—termasuk konferensi pers FOMC, ECB, BoJ, BoC, SNB, dan BoE—diprediksi akan membentuk arah pasar dalam pekan mendatang. Para pelaku pasar akan menilai isyarat kebijakan yang dapat mengubah likuiditas di pasar valuta asing. Analisis ini disusun untuk membantu pembaca Cetro Trading Insight memahami potensi dinamika pasar di beberapa instrument utama.

broker terbaik indonesia