Dolar AS Menguat di Tengah Ketidakpastian Geopolitik AS-Iran, CPI April Jadi Fokus Pasar Global

Dolar AS Menguat di Tengah Ketidakpastian Geopolitik AS-Iran, CPI April Jadi Fokus Pasar Global

trading sekarang

Dolar AS menguat pada pembukaan sesi Asia seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap kelanjutan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Sentimen risiko yang memburuk mendorong pelaku pasar beralih ke aset yang lebih aman dan mengurangi eksposur terhadap aset berisiko. Analisis di Cetro Trading Insight menyoroti potensi pergerakan dolar dalam beberapa hari mendatang.

Menurut laporan media, beberapa pejabat Gedung Putih menilai bahwa gencatan tersebut berada dalam bahaya karena proposal Iran dianggap tidak memadai untuk membahas isu inti nuklir. Sinyal mengenai kemungkinan kembalinya operasi militer membuat investor menahan posisi dan menilai skenario lindung nilai. Namun belum ada keputusan resmi sebelum kunjungan presiden ke China untuk pertemuan dengan Presiden Xi Jinping.

Indeks dolar AS (DXY) dilaporkan bergerak naik menuju kisaran 98.30, naik sekitar 0.4% sepanjang hari. Sementara itu kontrak berjangka saham AS terlihat melemah antara 0.1% dan 0.6%, sejalan dengan nuansa berhati-hati di pasar. Pasar menantikan rilis data inflasi dan data ekonomi lain yang bisa menggeser arah kebijakan di masa mendatang.

\

Inflasi tahunan AS diperkirakan melonjak menjadi 3.7% pada April, level tertinggi sejak September 2023. Laju harga barang dan jasa utama menjadi fokus investor karena bisa memicu respons kebijakan dari bank sentral. Angka ini memperkuat argumen bahwa tekanan inflasi tetap menjadi pendorong utama dinamika pasar.

Dengan rilis CPI mendekat, pelaku pasar menilai bagaimana data tersebut dapat memicu volatilitas dan mengubah prospek suku bunga. Investor menimbang sinyal dari data untuk membentuk skenario kenaikan atau pengetatan kebijakan. Pasar obligasi juga memperhatikan pergerakan yields sebagai bagian dari penilaian risiko.

Di sisi komoditas, minyak mentah melanjutkan kenaikan sekitar 3% dan menyentuh sekitar $98 per barel untuk WTI. Emas masih berjuang menahan posisi di sekitar level $4,700 per ounce meski ada tekanan turun. EURUSD terlihat turun, diperdagangkan di sekitar 1.174–1.175, sementara GBPUSD melemah mendekati 1.3500; USDJPY berada di atas 157.50.

\

Pergerakan mata uang utama dan dinamika aset

EURUSD tetap berada dalam tekanan bearish dengan pergerakan di bawah level 1.1750. Penurunan ini mencerminkan kekhawatiran terhadap kelanjutan dinamika kebijakan moneter di wilayah tersebut. Trader juga memperhatikan pergerakan USDJPY yang melampaui batas 157.50 dan cenderung menguat.

GBPUSD mengalami tekanan dan turun menuju sekitar 1.3500, didorong oleh ketidakpastian seputar proses fiskal dan kebijakan moneter di Inggris. Kondisi ini menambah volatilitas di pasar valas utama dan mempengaruhi strategi hedging. Secara umum, fokus tetap pada rilis CPI dan kemungkinan gejolak geopolitik yang dapat mengubah arah pasar.

Para pelaku pasar disarankan menjaga manajemen risiko yang ketat karena volatilitas bisa tetap tinggi. Karena tidak ada sinyal perdagangan eksplisit dari data yang ada, paparan posisi perlu disesuaikan dengan profil risiko investor. Cetro Trading Insight menekankan pentingnya alokasi yang seimbang antara aset defensif dan siklikal untuk menghadapi dinamika ini.

banner footer