Dolar AS Menguat Didukung NFP, CPI Januari Jadi Penentu Kebijakan Fed dan Dampak Tarif

Dolar AS Menguat Didukung NFP, CPI Januari Jadi Penentu Kebijakan Fed dan Dampak Tarif

trading sekarang

Analisis terkini menunjukkan dolar Amerika cenderung berada pada posisi yang lebih kokoh setelah rilis data nonfarm payrolls (NFP) yang lebih kuat dari perkiraan. Pergerakan ini tercatat terhadap beberapa pasangan utama seperti AUDUSD dan USDJPY, menambah will untuk memantau dinamika tenaga kerja sebagai indikator utama arah pasar. Dalam konteks ini, para pelaku pasar menilai NFP sebagai sinyal pertama terhadap arah kebijakan moneter yang akan datang.

Para analis juga menyoroti bahwa CPI yang lebih lembut pada Januari bisa menjadi sinyal bagi The Fed untuk melanjutkan pelonggaran suku bunga di lalu tahun ini. Jika inflasi inti menunjukkan pelambatan berkelanjutan, peluang bagi pelonggaran lebih lanjut semakin terbuka.

Selain faktor domestik, pembatalan sebagian tarif oleh pemerintah dapat meredakan tekanan inflasi dan memberi Fed ruang lebih untuk menurunkan suku bunga tanpa mendorong dolar terlalu kuat. Cetro Trading Insight menekankan pentingnya memantau komponen inflasi inti dan produktivitas sebagai pendorong utama arah dolar ke depan.

Fokus makro hari ini adalah rilis US CPI untuk Januari yang akan mengungkap bagaimana harga barang dan jasa bergerak. Investor menimbang kapan The Fed akan melanjutkan siklus pelonggaran dan bagaimana data ini akan mempengaruhi jalur kebijakan. Informasi ini sangat relevan untuk menilai apakah dolar akan menguat atau melemah dalam beberapa minggu mendatang.

Analisis menunjukkan bahwa pertumbuhan produktivitas yang lebih kuat, disertai dengan berkurangnya dampak inflasi dari kenaikan tarif dan perlambatan pertumbuhan upah, bisa menjaga pintu bagi peluang pelonggaran lebih lanjut. Namun risiko terhadap tenaga kerja tetap menjadi variabel penting yang dapat mempengaruhi keputusan kebijakan.

Sejalan dengan narasi tersebut, potensi adanya pembalikan sebagian dari kebijakan tarif dapat membantu meredam tekanan inflasi dan memberi The Fed ruang lebih untuk menurunkan suku bunga. Secara umum, hal ini dipandang berkontribusi pada potensi melemahnya dolar secara bertahap jika pasar menilai kebijakan yang lebih akomodatif.

Dari sudut pandang trading, paparan utama yakni kemungkinan pelemahan dolar jika CPI dan keputusan kebijakan mendukung pelonggaran lebih lanjut. Namun, data NFP yang tetap kuat di awal tahun menambah nuansa ketidakpastian, sehingga para trader perlu menjaga manajemen risiko dengan cermat.

Pertimbangan utama bagi trader adalah bagaimana CPI Januari menambah kejelasan terhadap jalur kebijakan The Fed. Jika inflasi inti terus menunjukkan pelambatan, tekanan untuk pelonggaran bisa meningkat dan memberikan peluang bagi aset berbasis dolar untuk melemah.

Disarankan juga untuk memperhatikan risiko perubahan kebijakan tenaga kerja serta dinamika perdagangan global. Dalam praktik, strategi jual pada indeks dolar bisa dipertimbangkan jika data CPI dan proyeksi kebijakan menunjukkan neraca risiko yang mengarah ke pelemahan berkelanjutan, sambil memastikan level stop loss yang memadai untuk melindungi posisi.

broker terbaik indonesia