Dolar AS bergerak sedikit positif setelah investor mencerna ketidakpastian seputar kebijakan perdagangan AS. Keputusan Mahkamah Agung AS membatalkan sebagian hak eksekutif untuk menerapkan tarif secara darurat menambah dinamika pasar. Pelaku pasar menilai bahwa jalur perdagangan internasional tetap relevan meskipun ada ketegangan politik.
Indeks DXY menembus pembukaan lemah di sekitar 97.50 dan perlahan naik mendekati 97.75 pada sesi perdagangan Eropa hari Kamis. Pergerakan ini dipandang sebagai respons terhadap ketidakpastian hukum yang meningkatkan fokus pada bagaimana Washington akan menjaga komitmen perdagangan. Di sisi lain, pasar juga menimbang harapan bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Maret dan April.
Analisis pasar menunjukkan bahwa dinamika politik dapat memicu volatilitas jangka pendek, tetapi fokus utama tetap pada kebijakan moneter dan dampaknya terhadap nilai dolar. Para pelaku pasar mencoba menyaring risiko bagi bisnis dan konsumen jika tarif ditingkatkan di masa mendatang. Laporan ini disusun untuk pembaca awam dengan bahasa sederhana namun tetap akurat, oleh Cetro Trading Insight.
Rangka kebijakan perdagangan AS kembali menjadi sorotan setelah putusan Mahkamah Agung yang menilai penerapan tarif Trump tidak sepenuhnya sah. Pengadilan menilai bahwa langkah darurat ekonomi perlu dasar hukum yang lebih jelas. Akibatnya, pasar menimbang kemungkinan perubahan dinamika harga barang dan biaya manufaktur yang terkait.
Trump merespons dengan pengumuman tarif global 10% untuk sejumlah mitra dagang guna mempertahankan tekanan pada negosiasi perdagangan. Beberapa pejabat menyiratkan bahwa tarif bisa dinaikkan menjadi 15% atau lebih pada negara tertentu, meski identitas mitra perdagangan belum diungkap. Ketidakpastian ini menambah volatilitas pasar karena pelaku pasar mencoba memperkirakan dampaknya terhadap margin perusahaan dan harga konsumen.
Secara fundamenta, risiko kebijakan tarif membentuk lanskap bagi investor dengan implikasi terhadap aliran biaya produksi dan permintaan global. Dari sisi teknikal, beberapa trader menilai adanya peluang pergerakan dolar jika respons kebijakan baru meningkatkan ketegangan perdagangan. Namun, narasi utama tetap bahwa sinyal trading masih belum pasti sehingga aksi konkret belum bisa direkomendasikan.
Di ranah kebijakan moneter, para peserta pasar tampak percaya bahwa Federal Reserve akan menahan suku bunga pada pertemuan Maret dan April. Kebijakan saat ini dipandang sebagai upaya menjaga keseimbangan antara tenaga kerja dan inflasi. Langkah ini juga didukung oleh beberapa pejabat bank sentral yang menilai risiko saat ini terkendali.
Menurut CME FedWatch, probabilitas perubahan kebijakan cenderung rendah untuk pertemuan mendatang. Beberapa pejabat, termasuk Presiden Fed St. Louis, menekankan bahwa pola saat ini cukup untuk menjaga stabilitas tenaga kerja dan inflasi. Analisis pasar juga menunjukkan bahwa ekspektasi pelaku pasar cenderung memihak pada ketahanan kebijakan tanpa perubahan besar dalam beberapa bulan ke depan.
Secara keseluruhan, sinyal perdagangan dari artikel ini cenderung netral karena informasi tidak cukup untuk instrumen spesifik. Karena fokus utamanya adalah kebijakan makro, rekomendasi langkah trading tidak dapat disampaikan pada saat ini. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk pembaca awam.