Indeks DXY bertahan di sekitar 100,0 setelah koreksi Senin, dengan fokus pasar pada kebijakan Federal Reserve. Investor menantikan arahan dari pertemuan FOMC yang akan datang. Menurut laporan Cetro Trading Insight, dinamika dolar tetap sensitif terhadap pernyataan pejabat Fed dan perubahan harga energi.
Faktor teknikal utama mendukung kehati-hatian, karena pergerakan di pasar forex cenderung diam menjelang rilis proyeksi ekonomi. DXY juga dipengaruhi oleh imbal hasil obligasi dan aliran modal ke aset aman. Secara keseluruhan, para pelaku pasar menunggu konfirmasi lebih lanjut dari pejabat Fed.
Harga minyak dipengaruhi arah dolar: ketika minyak lebih tinggi, tekanan inflasi bisa meningkat; ketika minyak turun, ekspektasi pemangkasan suku bunga menurun. Dalam beberapa pekan terakhir, perubahan harga minyak berdampak pada sentimen kebijakan. Pasar menyimpulkan bahwa prospek kebijakan Federal Reserve tetap tidak pasti meskipun banyak pedagang memperkirakan penahanan suku bunga pada pertemuan mendatang.
Harga minyak mengalami penurunan tajam setelah Iran membuka jalur ekspor bagi banyak negara melalui Selat Hormuz. Langkah ini dipandang sebagai upaya meredakan ketegangan pasokan energi global. Dampaknya terlihat pada pergerakan harga minyak mentah dan gas LPG di pasar valuta asing.
Langkah Iran memengaruhi sentimen pasar dengan menambah fleksibilitas pasokan energi, sehingga risiko inflasi bisa lebih terkendali. Pedagang menilai bahwa ketersediaan minyak yang lebih stabil berpotensi menahan tekanan harga konsumen. Efek ini juga mempengaruhi ekspektasi kebijakan moneter jangka menengah.
Survei pasar menunjukkan peluang pemotongan suku bunga Federal Reserve pada September mendekati seperempat, meskipun faktor risiko tetap ada. Pasar memantau indikasi ekonomi dan komentar pejabat Fed untuk konfirmasi arah kebijakan. Pergerakan saat ini juga mencerminkan reaksi terhadap dinamika energi dan pertumbuhan global.
Fokus investor kini tertuju pada pertemuan FOMC dan proyeksi ekonomi yang dirilis bersamaan. Dokumen tersebut diharapkan mengungkap jalur suku bunga, proyeksi inflasi, dan proyeksi pertumbuhan ekonomi. Laporan ini menjadi pedoman utama bagi kebijakan bank sentral ke depan.
Investor menilai arah kebijakan terhadap dolar, imbal hasil obligasi, dan likuiditas pasar secara keseluruhan. Perubahan proyeksi inflasi dapat memicu pergeseran posisi pada aset berisiko. Selain itu, faktor eksternal seperti volatilitas energi tetap menjadi katalis utama bagi pergerakan pasar.
Secara umum, pergerakan dolar akan bergantung pada kepastian kebijakan Fed dan evolusi pasokan energi. DXY berpotensi menguat jika sinyal penahanan suku bunga menguat, atau melemah jika ada potensi pemotongan lebih lanjut. Pasar menilai risiko dan peluang secara bersamaan menjelang rilis data penting berikutnya.