Dolar Dapat Terpantau Fluktuatif di Tengah Panggung State of the Union dan Rilis Data Konsumen AS

Dolar Dapat Terpantau Fluktuatif di Tengah Panggung State of the Union dan Rilis Data Konsumen AS

trading sekarang

TD Securities' Global Strategy Team menilai dinamika pasar saat ini banyak dipengaruhi oleh State of the Union yang akan disampaikan Presiden Trump dan sejumlah pembicara Federal Reserve. Mereka memperkirakan indeks kepercayaan konsumen Conference Board akan turun di bawah konsensus menjadi 85,5, dengan sentimen yang melemah, volatilitas pada ekuitas, dan peningkatan harga bensin sebagai faktor penekan. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight.

Para pelaku pasar dipandang akan bertahan dalam keadaan volatil sambil menata posisi menjelang acara kebijakan. Topik utama yang dipantau meliputi kinerja ekonomi, ketegangan dengan Iran, serta putusan Mahkamah Agung terkait legalitas IEEPA. Ketidakpastian tersebut diperkirakan akan menjaga dinamika harga tetap bergejolak.

Para pembicara utama yang dijadwalkan antara lain Goolsbee, Bostic, Waller, Cook, Barkin, dan Collins, sehingga fokus pasar akan tertuju pada arah kebijakan moneter dan sinyal kebijakan masa depan. Pergerakan dolar kemungkinan dipengaruhi oleh bagaimana wejangan mereka membentuk ekspektasi pasar terhadap laju suku bunga. Dari sisi analisis, keterkaitan berita kebijakan dengan data ekonomi akan menjadi kunci penentu arah jangka pendek.

Data kepercayaan konsumen Conference Board diproyeksikan turun menuju 85,5, melanjutkan tren lemah sejak awal tahun. Sore hari ini juga akan ada lelang obligasi 2 tahun yang berpotensi menghadirkan tekanan karena imbal hasil berada di bagian bawah rentang perdagangan sejak Oktober.

Proyeksi rebound menjadi 85,5 di Februari diharapkan setelah Januari berada di 84,5, meskipun Morning Consult menunjukkan peningkatan yang terbatas. Jika data berikutnya menambah keraguan terhadap pemulihan permintaan rumah tangga, prospek dolar bisa tersendat.

Penempatan tenaga kerja menunjukkan stabilisasi yang terbatas, dengan perekrutan yang masih lemah meskipun ada pemulihan. Kondisi tersebut membuat sikap bank sentral cenderung dovish dan menambah tekanan pada dinamika imbal hasil serta arah dolar dalam jangka menengah.

Analisa dan implikasi terhadap strategi portofolio

Ringkasnya, teks berita ini tidak menyajikan sinyal trading spesifik untuk instrumen tertentu sehingga fokus analisis lebih pada gambaran makro. Investor perlu memantau bagaimana pernyataan kebijakan dan data ekonomi mempengaruhi dolar secara keseluruhan.

Dalam konteks pasar global, perubahan arah dolar bisa muncul jika data ekonomi menunjukkan kekuatan atau kelemahan yang berbeda dari ekspektasi. Pergerakan imbal hasil dan harga komoditas juga bisa mengikuti sentimen kebijakan federal dan nuansa data tenaga kerja.

Dengan pedoman risiko yang jelas, keputusan investasi sebaiknya tidak bergantung pada sinyal teknikal tunggal dari artikel ini. Pertimbangan risiko-reward perlu disesuaikan dengan profil risiko masing-masing investor dan tujuan portofolio.

broker terbaik indonesia