Klaim pengangguran awal turun menjadi 198 ribu pada minggu berakhir 10 Januari, melampaui ekspektasi pasar sebesar 215 ribu dan menurun dari 207 ribu yang direvisi minggu sebelumnya. Data ini menandai bahwa pasar tenaga kerja tetap rapat meski ada biaya pinjaman yang tinggi. Dengan demikian, tekanan inflasi bisa tetap terkendali sambil mempertahankan ruang bagi The Fed untuk mempertahankan kebijakan saat ini.
Data tenaga kerja yang lebih kuat ini memberi sinyal bahwa pemutusan hubungan kerja tetap terbatas dan konsumsi bisa berlanjut. Banyak analis menilai ini sebagai dukungan bagi kebijakan suku bunga yang tidak berubah pada pertemuan bulan ini. Ekspektasi pasar yang kuat terhadap penahanan suku bunga tampak jelas dalam pergeseran harga dana Fed.
Klaim yang turun ini memperkuat asumsi bahwa The Fed kemungkinan menahan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang. Pasar juga mengaitkan data ini dengan dinamika inflasi yang masih kurang lunak namun tetap memerlukan pengawasan. Sinyal ini berpotensi menjaga dolar menguat jika data lebih lanjut konsisten dengan narasi tersebut.
Indeks Dolar AS (DXY) melemah setelah mencatat kenaikan moderat di sesi sebelumnya, dan pada sesi Asia hari ini turun mendekati level 99,30. Pergerakan ini menandakan konsolidasi jelang rilis data penting berikutnya. Para pelaku pasar menilai bagaimana data ekonomi AS dan komentar pejabat The Fed akan mempengaruhi arah dolar dalam beberapa hari ke depan.
Klaim pengangguran yang lebih rendah menambah argumen bagi narasi bahwa kebijakan moneter bisa tetap tidak berubah dalam beberapa bulan mendatang. Pasar tenaga kerja yang tetap kuat menambah tekanan terhadap inflasi, sehingga bank sentral cenderung menjaga kebijakan akomodatif lebih lama meskipun biaya pinjaman tinggi. Hal ini meningkatkan peluang dolar mendapatkan dukungan jika policy stance akhirnya lebih hawkish.
Futures dana The Fed menunjukkan probabilitas sekitar 95% untuk mempertahankan suku bunga pada pertemuan 27-28 Januari, seperti tercermin dalam alat FedWatch. Keterjangkauan data tersebut membuat pasar menunggu konfirmasi lebih lanjut dari data produksi industri dan komentar pejabat Fed. Secara keseluruhan, dinamika ini menjaga potensi pergerakan dolar di wilayah saat ini.
Sentimen pasar membaik meskipun terdapat pernyataan yang menyiratkan ketegangan politik. Presiden AS Donald Trump mengatakan ia tidak memiliki rencana untuk mencopot Ketua The Fed Jerome Powell meskipun ada tekanan hukum yang dilaporkan. Faktor ini mengurangi ketidakpastian kebijakan moneter dalam jangka pendek.
Hubungan perdagangan antara AS dan Taiwan juga menambah optimisme dengan adanya perjanjian yang bertujuan mendorong produksi semikonduktor AS sebagai imbalan atas tarif yang lebih rendah. Perjanjian ini menambah fondasi bagi pemulihan ekonomi dan mengurangi risiko terkait rantai pasokan. Pelaku pasar menilai langkah-langkah tersebut sebagai faktor pendukung untuk stabilitas dolar jangka pendek.
Para trader menunggu data Produksi Industri AS bulan Desember dan komentar para pejabat The Fed di minggu-minggu mendatang sebagai katalis utama. Skenario teknikal dan fundamental menyarankan fokus pada kebijakan moneter dan data tenaga kerja sebagai pendorong arah dolar. Dengan konteks ini, trader dapat mempertimbangkan potensi pergerakan DXY terhadap level teknikal utama.