Menjelang pembukaan pasar Eropa, dolar AS terlihat berhenti dari pemulihan yang sempat terlihat di sesi Amerika. Para pelaku pasar memposisikan diri menunggu data inflasi AS yang menjadi kunci arahan kebijakan The Fed. Investor fokus pada bagaimana CPI inti dan headline akan mempengaruhi lintasan suku bunga di kuartal pertama 2026.
Keresahan pasar akibat laporan tenaga kerja Desember yang beragam meningkatkan fokus pada CPI. Proyeksi menunjukkan CPI inti secara tahunan sekitar 2,7 persen, dengan pertumbuhan bulanan 0,3 persen. Jika data CPI menunjukkan pelemahan atau perbaikan yang terkendali, ekspektasi pemangkasan suku bunga bisa menjadi lebih mungkin.
Nilai tukar utama tetap berhati-hati, dengan AUDUSD berada di atas 0,6700 dan yen melemah terhadap dolar. Pasar juga menyimak laporan geopolitik terkait Iran dan dinamika di Greenland yang bisa memicu volatilitas. Di sisi lain, dolar tampak menahan reaksi ketika investor menilai risiko dan peluang terhadap aset berisiko.
Investors memperhitungkan risiko kebijakan The Fed pasca rilis data inflasi itu. Sinyal hawkish dari beberapa pejabat menambah beban pada ekspektasi pemotongan suku bunga. Namun, fokus utama tetap pada bagaimana data CPI mempengaruhi jalur The Fed menuju normalisasi kebijakan.
Ketegangan geopolitik memperkuat kecemasan pasar. Isu terkait Iran dan komentar mengenai renovasi kantor pusat bank sentral menambah spekulasi independensi kebijakan moneter. Pasar menilai potensi gangguan pasokan karena konflik regional bisa memberi dolar keunggulan lebih lanjut.
Kebijakan moneter negara lain yang relatif lebih hawkish juga mempengaruhi korelasi antar mata uang. Rencana Presiden Trump mengenai Greenland menambah volatilitas di mata uang safe-haven dan komoditas. Sinyal-sinyal ini menambah kompleksitas analisis teknikal bagi trader valas yang mencari peluang jangka pendek.
Di pasar utama, EURUSD bergerak hati-hati di dekat 1,1650 sementara GBPUSD berada di bawah 1,3500. Pergerakan ini menandai konsolidasi sebelum rilis CPI AS, dengan para pelaku pasar menimbang risiko geopolitik dan prospek kenaikan suku bunga AS.
USDJPY menguat menuju level 159,00, menandai tekanan pada yen yang lemah. Sementara AUDUSD berupaya mempertahankan posisi di atas 0,6700, mencerminkan pergeseran pasar terhadap dolar AS yang lebih kuat. Pergerakan emas juga melemah dari level sekitar 4.600 dolar per ounce karena aksi ambil untung.
Minyak mentah WTI diperdagangkan di sekitar level tertinggi bulan ini, sekitar 60 dolar AS per barel, didukung ekspektasi bahwa gangguan pasokan lebih besar daripada overhang pasokan. Investor menilai bahwa geopolitik dan potensi gangguan produksi lebih berpeluang memicu volatilitas jangka pendek daripada menambah pasokan berlebih. Secara keseluruhan, pasar menyiratkan bahwa arah jangka pendek tergantung pada data CPI dan dinamika kebijakan The Fed.